Archive for January, 2010

Belajar Menjadi Entrepreneur dari Kaum Awsan

Menjadi entrepreneur dapat belajar dari siapapun, termasuk dari Kaum Awsan. Kaum Awsan bertempat tinggal dan mendirikan kerajaan di Arabia Selatan (Yaman) dengan ibukota di Hagar Yahirr yang terletak di Wadi Markha, sebelah selatan Wadi Bayhan, yang saat ini dikenal dengan lokasi yang bernama Hagar Asfal.

Kerajaan Awsan merupakan salah satu kerajaan yang paling penting di Arabia Selatan. Kota kerajaan dinacurkan oleh raja dan mukarrib Saba’, Karib’il Watar, menurut catatan kaum Saba’ merupakan laporan kemenangan yang berhubungan dengan pembuktian secara nyata terhadap eksistensi kaum Awsan merupakan rute bisnis yang dilalui oleh kerajaan Minea, Saba’, Qataban dan Hadramaut. Kaum Awsan mengalami kemakmuran karena juga ikut mengendalikan rute bisnis para kafilah dagang yang melintasi Semenanjung Arabia Selatan dan kemudian juga rute laut. Produk bisnis yang bersifat internasional adalah frankincense dan myrrh. Pengembangan kedua produk tersebut dan rempah-rempah serta tanaman lainnya dimungkinkan karena sistem irigasi yang luas yang mengalir dari dam menuju lembah.

Berdasarkan keramik yang ditemukan oleh M. Saad Ayoub pada 1990-an dalam penggalian situs, diketahui kebangkitan kembali kota Hagar Yahirr tersebut diperkirakan akhir abad pertama sebelum masehi sampai awal abad pertama sebelum masehi. Wilayah sekitar 160,000 m² dikelilingi tembok dan dasar bangunannya dibuat dari batu bata merah yang telah ditulisi. Pembudidayaan tanaman bergantung pada irigasi yang mengalir setiap tahun pada musim semi dan musim panas, ketika mengalir menuju wadi, kemudian mengaliri ladang, meninggalkan lumpur tipis yang berasal dari debu yang dibawa angin yang menunjukkan pola kuno dari pemberdayaan parit dan ladang. Ditemukannya radiocarbon pada endapan di sekitar irigasi memberikan petunjuk bahwa irigasi tersebut mengandung air yang berlimpah, sehingga menyebabkan penduduk meninggalkan tempat tersebut, diperkirakan terjadi pada pertengahan abad pertama sebelum masehi. Dengan demikian sampai saat ini situs tersebut tidak pernah dibangun kembali.

Hagar Yahirr merupakan pusat kota yang sangat besar untuk Arabia Selatan, yang dipengaruhi budaya Hellenistik dengan candi dan sebuah bangunan istana yang dikelilingi oleh tempat tinggal yang dibangun dari batu merah dengan sebuah pasar dan sebuah caravanserai yang melayani kafilah yang menggunakan unta. Hellenistik merupakan budaya Yunani yang menyebar pada daerah jajahannya, yang dilakukan penaklukannya oleh Iskandar yang Agung pada abad ke empat sebelum masehi. Menurut Droysen, peradaban Helenistik merupakan gabungan dari peradaban yunani dengan peradaban Timur Dekat (kawasan Iran, Israel, Lebanon, Mesopotamia, Suriah, Turki dan Yordania). Satu dari rajanya pada saat itu hanyalah dibawah pemerintahan Yaman untuk memberikan penghormatan, dalam kehidupannya yang ditunjukkan dalam lukisan patung kecil menggunakan pakaian Yunani, yang berbeda dengan pendahulunya yang menggunakan pakaian gaya Arab dengan rok dan selendang. Ada beberapa prasasti Awsan menggunakan bahasa Qataban.

Lokasi Hagar Yahirr serupa dengan kota kerajaan kecil lainnya, yaitu di mulut lembah atau wadi (sungai yang telah kering). Ma’in di wadi Jawf, Ma’rib di wadi Dana, Timna di wadi Bayhan, Shabwa di wadi Irma dan Hagar Yhirr di wadi Markha. Saat ini wadi Markha merupakan salah satu daerah di Yaman untuk pemberdayaan tawon yang menghasilkan madu. Madu dari Yaman terkenal karena orisinalitas rasa, warna dan aromanya.

Madu bermanfaat dalam nutrisi dan pengobatan, seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an surat An Nahl ayat 68-69 : Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah : “Buatlah sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
sumber : www.msuyanto.com

Ketentraman Jiwa Entrepreneur

Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah.  Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Orang yang mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat akan ditambah oleh Allah karunia dan rezkinya tanpa batas, seperti disebutkan dalam surat An Nuur ayat 37-38 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula (oleh) jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan itu) supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Demikian pula dengan mengingat Allah akan menjadikan kita lebih baik. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika mengetahui.
Orang yang mengingat Allah juga hatinya menjadi tenteram. Seperti dalam surat Ar Ra’du ayat 28 :..(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Mengingat Allah ada permulaannya dan ada pula akhirnya. Permulaannya ketentraman dan kecintaan dan akhirnya ketentraman dan kecintaan yang dapat menjelma dan timbul dari orang yang mengingat Allah tersebut.
Demikian pula orang yang mengingat Allah, akan diingat oleh Allah, disebut oleh Allah dan bersama Allah. Jika Allah telah mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan bimbingan dan petunjuk untuk meraih awal kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hadits qudsi, Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah s.w.t. berfirman : Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya berlari-lari kecil (Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya dengan lupa mengingat Allah, kita akan termasuk orang yang rugi. Allah berfirman dalam surat Al Munaafiquun ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

sumber : www.msuyanto.com

Strategi Entrepreneur Gaya Surga Melipatgandakan Harta

Entrepreneur gaya surga untuk melipatgandakan harta dengan aturan yang sesuai dengan syariah. Al maal (harta) dalam bahasa Arab bermakna emas, perak dan hewan ternak. Sedangkan menurut terminologi syariah, al maal merupakan segala sesuatu yang memiliki nilai dan boleh dimanfaatkan serta kepemilikannya diperoleh dengan cara yang sesuai syariah. Nabi Muhammad s.a.w. dalam memandang harta berpedoman bahwa pada hakikatnya, harta adalah milik Allah dan manusia diberi kuasa (amanah) untuk mengelolanya dengan baik. Manusia tidak mempunyai kekuasaan mutlak terhadap harta dan harus menafkahkan sebagian hartanya sesuai syariah Allah, seperti dalam Al Qur’an surat Al Hadiid ayat 5 – 7: Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya adalah orang-orang yang beriman. Demikian pula Al Qur’an surat Al Munaafiquun ayat 7 : Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar) : ”Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)”. Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.

Untuk melipatkan harta Allah memberi pentunjuk kepada kita, yaitu untuk melipatgandakan harta, bila harta tersebut dinafkahkan di jalan-Nya. Dalam surat Al Baqarah ayat 245 : Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. Sedangkan dalam surat Al Baqarah ayat 265 : Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. Demikian pula dalam Al-Baqarah ayat 261 : Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuni-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dalam surat Al Hadiid ayat 11 : “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan akan memperoleh pahala yang banyak.”.Sedangkan dalam Al Hadiid ayat 18 : “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah, pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” Dalam surat Al Lail ayat 17-18 : Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu. (yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.

Ketentraman Jiwa Entrepreneur

Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah.  Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Orang yang mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat akan ditambah oleh Allah karunia dan rezkinya tanpa batas, seperti disebutkan dalam surat An Nuur ayat 37-38 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula (oleh) jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan itu) supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Demikian pula dengan mengingat Allah akan menjadikan kita lebih baik. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika mengetahui.
Orang yang mengingat Allah juga hatinya menjadi tenteram. Seperti dalam surat Ar Ra’du ayat 28 :..(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Mengingat Allah ada permulaannya dan ada pula akhirnya. Permulaannya ketentraman dan kecintaan dan akhirnya ketentraman dan kecintaan yang dapat menjelma dan timbul dari orang yang mengingat Allah tersebut.
Demikian pula orang yang mengingat Allah, akan diingat oleh Allah, disebut oleh Allah dan bersama Allah. Jika Allah telah mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan bimbingan dan petunjuk untuk meraih awal kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hadits qudsi, Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah s.w.t. berfirman : Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya berlari-lari kecil (Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya dengan lupa mengingat Allah, kita akan termasuk orang yang rugi. Allah berfirman dalam surat Al Munaafiquun ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

Hollywood Camera Work : Close Push (1)

Close Push adalah salah satu yang paling banyak digunakan dan gerakan yang paling ekspresif yang dapat kita lakukan. Close Push memungkin kita untuk menampilkan suatu cerita. Close Push adalah sangat kuat apabila kita berniat untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang mempunyai arti. Kita menyarankan bahwa Close Push digunakan untuk peristiwa yang mempunyai arti, yang mencakup hal-hal berikut: Fokus, Ketegangan, Signifikansi, Konsekuensi, Keterbukaan, Pengertian, Mencoba memahami,

Fokus (Focus)
Fokus adalah bentuk umum dari Push in. Push in dengan perlahan-lahan, meningkatkan perhatian dan membuka indera kita. Hampir tanpa menghiraukan mengenai apa yang terjadi dalam suatu adegan, fokus akan meningkatkan kewaspadaan kita. Fokus adalah baik, untuk situasi yang meminta untuk fokus pada karakter, misalnya kita gunakan Push In pada kapten yangh sedang menderita di tengah-tengah bahaya pada suatu peperangan yang tragis.

Ketegangan (Tension)
Ketegangan melibatkan kesadaran yang kuat; misalnya, Sejumlah karakter yang mencoba untuk menghentikan kebocoran reaktor nuklir. Ketika kita menyempitkan ruang di antara karakter dan kita, kita dapat membuat perasaan tertekan.
Ketegangan adalah situasi di mana terdapat suatu emosi, perjuangan mental, misalnya, seorang wanita yang berjuang dengan konflik mengenai hubungan yang emosional. Kita menyempitkan ruang antara perempuan dan kita, sehingga kita dapat menciptakan perasaan tertekan.

Signifikansi (Significance)
Signifikansi menunjukkan bahwa sesuatu yang memiliki banyak arti, misalnya seorang wanita berbicara sesuatu yang berarti banyak baginya. Seperti, dia berbicara tentang berapa banyak anak-anak yang menderita penyakit tertentu, dan bagaimana kita membantu mereka dengan mudah, kita Push In pada wanita karena kita merasa ini adalah cara penting untuk dia.
Signifikansi secara sederhana memberitahu bahwa ada sesuatu yang lebih penting daripada informasi, misalnya seorang laki-laki meninggalkan tempat, dan kita Push In pada dokumen di meja yang ditinggalkan karena dia lupa, dan Push In harus menjadi signifikan.

sumber : www.msuyanto.com