Posts Tagged ‘banyumas’

Kasian Banget Antasari Azhar

Kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Bantaran, Nasruddin Zulkarnaen masih terus bergulir. Tersangka dalam kasus itu Antasari Azhar, mantan Ketua KPK dalam persidangan banyak sekali fakta-fakta yang menunjukkan bahwa kasus tersebut merupakan sebuah manipulasi.

Sidang yang belum lama diadakan dengan saksi ahli dokter ahli forensik dari RSCM dan UI, mengatakan bahwa kondisi jasat Nazruddin Zulkarnaen ketika di bawa ke RSCM sudah dalam keadaan tidak murni atau sudah di rekayasa. Ini merupakan fakta yang ada di pengadilan yang menunjukkan bahwa Antasari Azhar direkayasa dalam kasus tersebut. Fakta yang pertama ketika sidang dengan saksi mantan Kapolres Jakarta Selatan yang menyatakan bahwa BAP dirinya dibuat dengan tekanan dari para penyidik dan petinggi Polri.

Apabila itu benar-benar terbukti direkayasa maka alangkah bobroknya penegakan hukum di Indonesia yang akan semakin membawa Indonesia ke jajaran negara-negara terbobrok se Dunia. Semoga, dalam program 100 hari kerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid 2 dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa menyelesaikan dan meluruskan serta membenahi proses penegakan hukum di Indonesia. Sehingga tidak terjadi lagi kasus nenek Minah di Banyumas, kasus pencuri semangka di Jawa Timur dan bahkan kasus Anggodo yang bisa “mengatur” kebijakan penegak hukum.

Hanya ada di Indonesia

Indonesia merupakan negara hukum yang dalam kehidupan masyarakatnya diatur oleh Undang-undang. Sebagai negara hukum Indonesia mengakui adanya persamaan hukum untuk seluruh warga negara, tanpa terkecuali.

Itulah yang seharusnya trerjadi di Indonesia. Tapi pada kenyataannya, hukum di Indonesia masih kalah jauh dengan yang namanya UANG alias DUIT alias MONEY dalam bahasa kerennya. Ini bukanlah fitnah atau apalah namanya, tapi ini memang sebuah fakta yang terpublish oleh media. banyak kasus yang bisa dijadikan contoh konkrit untuk membuktikan ini semua.

Sebagai contoh, kasus nenek meinah di banyumas, yang dipenjara hanya gara-gara mengambil 3 (tiga) biji kakao di perusahaan perkebunan. Kemudian di Jawa Timur, 2 orang laki2 ditangkap polisi gara-gara mengambil buah semangka dan itu saya yakin hanya merupakan sedikit dari banyak kasus yang dialami masyarakat kecil dan perujung di pengadilan dan masuk bui.

Sekarang kita liat Anggodo, yang merupakan warga negara Indonesia yang berduit banyak, dia bisa melenggang kesana kemari dengan enaknya tanpa merasa bersalah seidikitpun dan Polisi juga dengan mudahnya tidak menjeratnya.Padahal kita tau rekaman yang diputar di MK sudah bisa dijadikan bukti menjeratnya. Itu karena apa??? Mungkin itu karena si nak Mas Anggodo mempunyai banyak uang sedangkan si mbah minah tidak punya uang.

Ini kisah saya sendiri dan saya alami, ketika saya melapor ke kantor Polisi di salah satu polsek di wilayah DIY tentang pencurian Laptop di kamar kos, memang Bapak polisi membantu mencarikan, tapi itu semua tidak berlangsung lama dan dihentikan ditengah jalan sampai dengan saat ini, padahal sebenarnya masih ada jalan karena yang dicurigai mencuri bapak polisi juga tau, tapi karena saya tidak punya duit untuk “uang rokok” maka kasusnya pun berhenti di tengah jalan, dan saya yakin kasus serupa masih banyak di temukan di berbagai daerah di Indonesia yang dialami oleh rakyat kecil seperti saya. Sehingga kemana lagi rakyat kecil akan mengadu kalau sudah seperti ini????