Posts Tagged ‘dalam’
Ketentraman Jiwa Entrepreneur
Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah. Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Orang yang mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat akan ditambah oleh Allah karunia dan rezkinya tanpa batas, seperti disebutkan dalam surat An Nuur ayat 37-38 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula (oleh) jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan itu) supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Demikian pula dengan mengingat Allah akan menjadikan kita lebih baik. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika mengetahui.
Orang yang mengingat Allah juga hatinya menjadi tenteram. Seperti dalam surat Ar Ra’du ayat 28 :..(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Mengingat Allah ada permulaannya dan ada pula akhirnya. Permulaannya ketentraman dan kecintaan dan akhirnya ketentraman dan kecintaan yang dapat menjelma dan timbul dari orang yang mengingat Allah tersebut.
Demikian pula orang yang mengingat Allah, akan diingat oleh Allah, disebut oleh Allah dan bersama Allah. Jika Allah telah mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan bimbingan dan petunjuk untuk meraih awal kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hadits qudsi, Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah s.w.t. berfirman : Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya berlari-lari kecil (Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya dengan lupa mengingat Allah, kita akan termasuk orang yang rugi. Allah berfirman dalam surat Al Munaafiquun ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
sumber : www.msuyanto.com
Strategi Entrepreneur Gaya Surga Melipatgandakan Harta
Entrepreneur gaya surga untuk melipatgandakan harta dengan aturan yang sesuai dengan syariah. Al maal (harta) dalam bahasa Arab bermakna emas, perak dan hewan ternak. Sedangkan menurut terminologi syariah, al maal merupakan segala sesuatu yang memiliki nilai dan boleh dimanfaatkan serta kepemilikannya diperoleh dengan cara yang sesuai syariah. Nabi Muhammad s.a.w. dalam memandang harta berpedoman bahwa pada hakikatnya, harta adalah milik Allah dan manusia diberi kuasa (amanah) untuk mengelolanya dengan baik. Manusia tidak mempunyai kekuasaan mutlak terhadap harta dan harus menafkahkan sebagian hartanya sesuai syariah Allah, seperti dalam Al Qur’an surat Al Hadiid ayat 5 – 7: Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya adalah orang-orang yang beriman. Demikian pula Al Qur’an surat Al Munaafiquun ayat 7 : Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar) : ”Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)”. Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.
Untuk melipatkan harta Allah memberi pentunjuk kepada kita, yaitu untuk melipatgandakan harta, bila harta tersebut dinafkahkan di jalan-Nya. Dalam surat Al Baqarah ayat 245 : Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. Sedangkan dalam surat Al Baqarah ayat 265 : Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. Demikian pula dalam Al-Baqarah ayat 261 : Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuni-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dalam surat Al Hadiid ayat 11 : “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan akan memperoleh pahala yang banyak.”.Sedangkan dalam Al Hadiid ayat 18 : “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah, pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” Dalam surat Al Lail ayat 17-18 : Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu. (yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.
Ketentraman Jiwa Entrepreneur
Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah. Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Orang yang mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat akan ditambah oleh Allah karunia dan rezkinya tanpa batas, seperti disebutkan dalam surat An Nuur ayat 37-38 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula (oleh) jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan itu) supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Demikian pula dengan mengingat Allah akan menjadikan kita lebih baik. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika mengetahui.
Orang yang mengingat Allah juga hatinya menjadi tenteram. Seperti dalam surat Ar Ra’du ayat 28 :..(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Mengingat Allah ada permulaannya dan ada pula akhirnya. Permulaannya ketentraman dan kecintaan dan akhirnya ketentraman dan kecintaan yang dapat menjelma dan timbul dari orang yang mengingat Allah tersebut.
Demikian pula orang yang mengingat Allah, akan diingat oleh Allah, disebut oleh Allah dan bersama Allah. Jika Allah telah mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan bimbingan dan petunjuk untuk meraih awal kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hadits qudsi, Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah s.w.t. berfirman : Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya berlari-lari kecil (Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya dengan lupa mengingat Allah, kita akan termasuk orang yang rugi. Allah berfirman dalam surat Al Munaafiquun ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Situs Porno Yang Sering Dibuka Anak-Anak
VIVAnews – Pornografi menjadi pencarian dalam jaringan (daring/online) terpopuler yang dilakukan anak-anak selama 2009. Hasil ini merupakan temuan dalam survei terbaru lembaga keamanan internet, Norton.
Seperti diungkap dalam stasiun televisi CBN News, tiga mesin pencari yang paling sering dipakai anak-anak yaitu YouTube, Google dan Facebook. Sementara kata ‘porno’ dan ’seks’ berada posisi kedua dalam data Symantec Norton.
“Ini merupakan pertanda bahaya bagi para orang tua jika mereka tidak memasukkan undur seks dalam pendidikan anak-anaknya. Akibatnya anak berusaha belajar sendiri, padahal isi situs porno belum diperlukan anak,” ungkap Symantec dalam sebuah keterangan tertulis.
Diantara 25 daftar pencarian paling utama, situs jaringan pertemanan, permainan, belanja, dan situs dewasa adalah favorit anak laki-laki. Sedangkan anak-anak perempuan lebih tertarik membuka jaringan sosial, musik, film, selebriti dan tayangan televisi.
Penemuan melibatkan 14,6 juta pencarian pada Februari hingga Desember 2009 di sebuah situs pencarian grastis, OnlineFamily. Norton menyarankan agar orangtua menggunakan filter untuk memonitor penggunaan internet putra-putri mereka.
“Daring (online) telah menjadi ancaman. Orangtua perlu lebih dari sekedar memperingatkan anak mereka mengenai isi internet,” ujar advokat keamanan Internet Norton, Merian Merritt. “Orangtua harus berdiskusi bersama anak mengenai topik yang mengundang rasa ingin tahu mereka sekaligus melindungi anak dari ancaman dunia maya,” kata Merritt.
sumber: dunia.vivanews.com
Kasian Banget Antasari Azhar
Kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Bantaran, Nasruddin Zulkarnaen masih terus bergulir. Tersangka dalam kasus itu Antasari Azhar, mantan Ketua KPK dalam persidangan banyak sekali fakta-fakta yang menunjukkan bahwa kasus tersebut merupakan sebuah manipulasi.
Sidang yang belum lama diadakan dengan saksi ahli dokter ahli forensik dari RSCM dan UI, mengatakan bahwa kondisi jasat Nazruddin Zulkarnaen ketika di bawa ke RSCM sudah dalam keadaan tidak murni atau sudah di rekayasa. Ini merupakan fakta yang ada di pengadilan yang menunjukkan bahwa Antasari Azhar direkayasa dalam kasus tersebut. Fakta yang pertama ketika sidang dengan saksi mantan Kapolres Jakarta Selatan yang menyatakan bahwa BAP dirinya dibuat dengan tekanan dari para penyidik dan petinggi Polri.
Apabila itu benar-benar terbukti direkayasa maka alangkah bobroknya penegakan hukum di Indonesia yang akan semakin membawa Indonesia ke jajaran negara-negara terbobrok se Dunia. Semoga, dalam program 100 hari kerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid 2 dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa menyelesaikan dan meluruskan serta membenahi proses penegakan hukum di Indonesia. Sehingga tidak terjadi lagi kasus nenek Minah di Banyumas, kasus pencuri semangka di Jawa Timur dan bahkan kasus Anggodo yang bisa “mengatur” kebijakan penegak hukum.
Perlunya kehadiran Tuhan Dalam Pemeliharaan Lingkungan
Kita dan Bencana
Orientasi kehidupan manusia modern saat ini cenderung materialistik dan hedonistik memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap cara pandang manusia terhadap lingkunganya. Cara pandang yang demikian inilah yang kadang membuat pemahaman terhadap pengelolaan lingkungan yang salah pula. Kita sering mendengar ungkapan tiada hari tanpa bencana baik berupa banjir, tanah longsor, angin ribut bahkan juga kekeringan dan sebagainya, inilah yang membuat dan menghadirkan rasa tidak nyaman dan cemas dalam kehidupan kita. Apabila hal ini dibiarkan dan kita tidak sadar dengan keberadaan kita sebagai pengemban amanah terhadap alam ini (khalifatullah fil ‘ardh) maka kehancuran alam akan semakin cepat.
Pengendalian yang sangat strategis adalah mengembalikan dan menyadarkan manusia akan keberadaan dan peranannya yang tidak sendirian melainkan bersama dengan makhluk Allah yang lain. Disinilah perlunya sikap apresiatif dan kearifan kita dengan membangun keharmonisan dan keserasian antara makhluk dengan alam dan lingunganya yang sama-sam ciptaan Allah SWT. Suatu pertanyaan yang menggelitik, perlukah kehadiran dan campur tangan Tuhan dalam pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan?.
Makna Teologi
Istilah ‘Teologi” sering dimaknai sebagai bagian dari terminologi agama yang membahas tentang ketuhanan. Maka dalam kontek ini perlu kita klarifikasi teologi dalam kontek hubungan antara manusia , alam dan Tuhan, yang memiliki aspek nilai yang normatif.
Makna teologi juga bisa berkaitan dengan keberadaan Tuhan yang kita hadirkan dalam semua aspek kegiatan manusia, termasuk dalam kegiatan pendidikan dan pencerahan, pemanfaatan sumber daya alam serta pengelolaan lingkungan.
Pengelolaan lingkungan merupakan suatu tugas dan kewajiban manusia. Manusia ,alam dan Tuhan merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan spiritual, yang menjadi landasan dalam berfikir dan bertindak manusia hubunganya dengan lingkunganya dengan mengintgrasikan aspek fisik (alam) termasuk manusia dan yang non fisik yakni Tuhan.
Manusia dan Alam
Alam merupakan realitas yang tidak berdiri sendiri, akan tetapi berhubungan dengan manusia dan realitas yang lain. Dalam bahasa religius alam merupakan representasi dan manifestasi Yang Maha Pencipta, yang perlu dipahami bahwa realitas itu tidak diciptakan dengan ketidaksengajaan (kebetulan atau main-main), tetapi dengan nilai dan tujuan tertentu dan dengan kebenaran. (QS: Al An’am 73; Al Dukhaan 38-39; Ali Imran 191)
Manusia merupakan bagian dari alam , sehingga keberadaan manusia di alam adalah saling membutuhkan, saling mengisi. Manusia memiliki peran yang spseifik disbanding dengan dengan makhluk yang lain yaitu sebagai khalifah, dan wakil Tuhan di bumi (QS: Al An’am 165).
Dalam konsep teologis hubungan antara manusia dan lingkungannya dapat dijelaskan dalam 3 hal.
- Hubungan keimanan dan peribadatan, alam dan lingkungan sebagai sarana bagi manusia untuk mengenal kebesaran dan keagungan Tuhan .
- Hubungan pemanfaatan yang berkelanjutan. Alam dengan segala sumberdayanya merupakan ciptaan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam memanfaatkan sumberdaya alam untuk menunjang kehidupan manusia harus secara wajar.
- Hubungan pemeliharaan untuk semua makhluk. Manusia mempunyai kewajiban memelihara alam untuk kelanjutan kehidupan, tidak hanya bagi manusia saja tetapi untuk semua makhluk hidup lainya.
Sebagai khalifah di bumi manusia harus bisa mempresentasikan peran Tuhan terhadap alam semesta ciptaaNya dengan memelihara dan menebarkan rahmat di alam semesta. Oleh karena itu kewajiban manusia terhadap alam dan lingkungan dalam rangka pengabdian dan ibadah pada Tuhan adalah memelihara untuk menjaga keberlangsungan kehidupan di alam. Untuk mempertahankan dan memenuhi hajat hidupnya manusia diperkenankan Tuhan untuk memnfaatkan segala sumberdaya alam secara wajra danbertanggungjawab. Pemanfaatn sumber daya alam yang belebihan berarti merampas hak –hak generasi berikutnya. Penguasaan dan penaklukan alam yang bersifat materialistik, tidak sejalan dengann konsep teologi pengelolaan lingkungan yang sangat mengutamakan kearifan dan keberlanjutan kehidupan di alam semesta ini. Dan yang paling mendasar perlu dipahami yang berhak menguasai alam ini adalah Allah Tuhan yang Maha Kuasa.
Mari kita renungkan bersama bahwa alam dan lingkungan adalah milik kita sebagai amanah yang Maha Kuasa.

