Posts Tagged ‘Di’

Sahabat????

“Persahabatan ibarat satu janji yang dibuat di dalam hati, tak dapat ditulis, tak dapat dibaca. Namun takkan terpisahkan dengan jarak, takkan berubah oleh massa. Sekali kita kenal selamanya kita adalah kawan….”
Yah, tepat jam 05:41:49 pagi, hpku berdering tanda ada sms yang masuk. Ternyata sms berasal dari Aji, temenku yang dulu kerja di Parsley Jakal dan sekarang ga tahu dimana rimbanya. Sms yang gampang dibaca oleh siapa pun yang enggak buta huruf, tapi penuh makna yang tersimpan di dalamnya. Emang bener banget apa yang tertulis di sms itu, bahwa seorang sahabat akan selalu ada dalam suka dan duka, temen akan silih berganti tapi sahabat sejati akan selalu di hati.
Sejenak aku terdiam dan beberapa kali aku ulang membaca sms itu. Aku mulai teringat dengan si Fandy, Dedi, Rizqi, Wendi, Kiswanti, Erni, Parmi, Nova dan semua temenku waktu aku duduk di bangku SD. Suka duka selama aku menjalani proses ketika aku masih SD selalu kami lewati satu per satu dengan semangat kebersamaan. Sebagai temen Fandy adalah orang pertama yang ajak aku nonton bokep untuk pertama kali, Dedi banyak orang tahu kalau dia adalah sepupuku sekaligus rivalku dalam memperebutkan ringkin Pertama dikelas sampai akhirnya aku yang memenangkan kompetisi itu di hujung kehidupanku di saat SD. Kemudian Wendi yang selalu ngajakin maen nitendo kalau liburan tiba, Rizqi yang aku kenal dia sejak SD dan masih banyak lagi. Banyak kenangan-kenangan indah saat bersama mereka yang ga mungkin cukup ku tuliskan disini. Akhirnya Aku, Rizky dan Dedi setelah lulus dari SD kita lanjutin SMP barengan, aku masih ingat banget ketika Rizqi hampir aja ga ke trima di SMP Favorit yang sekarang udah jadi Sekolah Bertaraf Internasional dan terkenal sebagai sekolah ‘mahal’ di daerahku sejak dulu. Dia nangis yang sejadi-jadinya, tapi alhamdulillah dia masuk ke SMP ku juga akhirnya.
Saat SMP ada Fajar, Rahma, Titik, Ithing, Diana dan aku tentunya yang masih setia menunggui Kelas A dari kelas 1 sampai kelas 3, Di kelas 3 aku dapat temen-temen yang bener baru, ada Dinda (bebek), Sulis, Arbi, Adit, Gilang, Dian, Etri, Oox yang selalu gila di manapun kita berada.  Di SMP itu pula aku mengerti dan tahu apa itu cinta?apa itu cita?dan apa itu bahagia? Karena disanalah cinta pertamaku bersemi. Yah, cinta pertamaku, Dian. Tapi ternyata cinta pertamaku kandas di tengah jalan. Kemudian Riana yang sampai lulus aku malu untuk ngungkapinnya. Hmm, selain akrab dengan temen seangkatan, aku juga akrab dengan adek kelas, ada Senja, Fajar, Tatang yang akhirnya jadilah kehidupanku di SMP di penuhi dengan cerita-cerita indah, lucu, bahagia, sedih dan semua itu ga bisa diungkapin dengan kata-kata. Yah, akhirnya 3 tahun aku jalani kehidupan di masa SMP akhirnya aku lulus tepat waktu. Di SMP Pula aku belajar yang namanya organisasi. Akhir kehidupanku di SMP di tandai dengan aku nginap di Rumah Senja, kemudian kita makan-makan di Mc D habis lebih dari 300 ribu yang waktu itu buatku uang yang mahal banget karena uang sakuku ga nyampek segitu sebulannya.
“Dok…Dok…Dok…Dok…Dok….”tanda pintu kamarmu udah diketuk ama kakakku karena seperti biasanya aku belum bangun padahal jam udah menunjukkan pukul 06:00 pagi (yah, kebiasaan ku bangun pagi hilang begitu saja sejak aku lulus SMA 2 tahun lalu,hehe).
Aku bergegas untuk bangun dan langsung menuju ke kamar mandi buat cuci muka, yah sekali lagi aku teringat masa-masa SMA dulu, dimana masa itu aku tahu siapa dan bagaimana aku ini. Yah, masa di mana aku bener-bener tahu tentang semua jati diriku. Masa SMA dulu merupakan masa di mana aku bisa menunjukkan kemampuanku dalam banyak hal tapi disisi lain adalah masa di saat aku menyadari dan mengerti dengan keadaan di dalam diriku. Yah, di SMA aku banyak terjun ke ‘dunia politik’  sehinga aku pun pernah memimpin organisasi tertinggi di sekolah. Di sana aku kenal dengan Uswatun yang merupakan rekan dalam mengurus organisasi dan merupakan rival ketika adu argumen, kemudian ada Fika dan Savitri yang selalu di tengah-tengah aku dan uswatun. Fika adalah rekan terbaikku selama aku memimpin OSIS dulu, aku inget banget gimana cara dia melobi Bapak/Ibu Guru, Karyawan untuk bisa ngadain acara yang nyleneh-nyleneh, sampai dia di cap sebagai pembangkang oleh Kepala sekolahku dulu. Yah, di OSIS juga ada Heri dan Didit yang dulu teman akrabku tapi akhirnya jadi rival ‘politik’ yang paling susah dihadapi. Di luar organisasi ada Mery si bencong yang PD nya setengah mati, kemudian ada Trio Jonet yang merupakan temenku paling kece. Banyak yang naksir dia. Di SMA pula aku kenal banyak temen dari Aceh, Lampung, Bandung, Makassar, Pontianak, Padang, Manado dari banyak etnis dan saat itu pula aku mendapat pacar anak Lampung (salam buat Astrina Eka Putri). Yah, sampai akhirnya 3 tahun begitu cepat, aku ingat bagaimana kami dulu di gembleng, ditempa untuk menjadi yang lebih lagi. Aku masih ingat ketika awal aku masuk SMA, aku ingat kepala plontos kami dengan dada telanjang terlihat di BRIMOB Gondowulung. Aku ingat ketika kami makan harus selalu ditemani dengan keringat dan ‘tetesan air mata’. Aku ingat ketika kami merantau di negeri seberang, negri dimana Gajah menjadi simbolnya, kita habiskan waktu dengan pantat di kereta besi. Aku ingat ketika kami makan siang di pinggir jembatan yang hampir roboh, aku ingat ketika aku mau ulangan susulan Fisika yang tiba-tiba ada gempa dan nilai fisikaku dapet 35 di raport, aku ingat ketika aku mengkoordinir untuk mendirikan dapur umum ketika gempa dulu. Yah, semua itu tak seberapa di banding pengalaman yang bener-bener aku dapatkan selama SMA dulu.
Akirnya di pertengahan tahun 2007 aku berhasil lulus dari SMA. Aku di wisuda di Gedung Pertemuan Ganesha APMD Jl. Timoho Yogyakarta oleh Kepala Sekolahku Dra. Hj. Surajiyah, MM dan didampingi oleh Ibu Kepala Pusdiklat Industri Departemen Perindustrian RI. Akhirnya setelah lulus, aku mencari kerja dan akhirnya aku ketrima di UD Reka yasa, di bagian Adm. Gudang. Perusahaan itu bergerak dibidang Pembuatan alat-alat tepat guna. Aku kerja disana Cuma 15 hari, dan aku adalah orang ke 4 yang mengundurkn diri dengan tiba-tiba.
Mulai bulan September 2007 aku kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di  Yogyakarta, disana aku kenal dengan Ida, Endah, Ihsan, Yohan, Henny Eko, Benny, Evi, Erna, Nila, Afri dan masih banyak lagi. Suka duka selama kuliah kita rasakan bersama. Mulai markipat demi sebuah beasiswa kita berjuang bersama-sama tanpa kenal lelah, pagi siang sore malam kita berjuang bersama-sama. Saat ini aku telah sampai semester 4, tinggal beberapa langkah lagi aku selesai. Jadi aku akan berusaha dengan sekuat tenagaku.
‘What???????aku tersadar dan melihat jam yang ada di handphoneku, ternyata waktu udah menunjukkan pukul 06:33, ‘wew, aku telat….!!!!!!!!!!!!!!!’buru-buru aku ambil air buat mandi, lalu aku mandi bebek, ga nyampek 5 menit, akhirnya aku telat. Seperti biasanya ketika kuliah masuk jam 07.00 WIB udah bias dipastikan aku sedikit telat, hehe…’
Hmm, emank keberuntungan selalu ditanganku. Dosenku pagi itu juga telat, jadi aku masih bias tetep masuk kelas walaupun udah telat udah lebih dari 15 menit. HUuff, lagi aku dikelas melamun…
Sesekali aku pandangi wajah temen-temenku di kelas, dengan sedikit senyum manis aku lemparkan ke mereka dan mungkin dari mereka ada yang merasa kalau aku lagi kurang minum obat tadi, hehehe…
Selain itu setiap semester kita wajib mengumpulkan sertifikat-sertifikat yang lumayan banyak setiap semesternya. Tapi alhamdullillah, sampai semester 4 ini pun aku masih mampu memenuhi persyaratan-persyaratan yang ada. Huff. Kuliah pagi ini terasa lama banget, mungkin karena dosennya udah agak tua jadi kurang asek, ga kayak mas David si dosen muda yang ketemu aku pas chatting di mirc pagi-pagi banget, hehehe….Yah, sejak aku kenal duniaku saat ini aku sering bgt chatting di mirc..hehehe…
Duniaku, itu adalah sebutan buat apa yang aku kerjakan setiap hari, tentang gaya hidupku, tentang cara berfikirku dan semua hal yang tentang aku. Duniaku, aku temuin ketika aku naik kelas 3 SMA beberapa tahun yang lalu. Hmm, dunia yang membuat aku banyak mengenal orang-orang dari berbagai daerah, dari berbagai universitas, dari semua kalangan dan kebanyakan kalangan orang-orang menengah ke atas. Hal ini dapat dilihat dari penguasaan teknologi informasi yang sangat baik. Dari duniaku itu, diawal aku memasukinya aku kenal yang namanya Kevin, tapi dia bukan orang yang aku kenal melainkan si Adi anak aku kenal.Kemudia si Tommy anak Wirobrajan yang kosnya di deket RS Ludira Husada yang ngakunya asli daerah Sumatra Utara. Terus ada si Adit yang dulu anak Boda dan sekarang kuliah di Bandung, kemudian ada si Dicky anak asli Jakarta yang kuliah di Ukrim Jasol. Hmm, namanya di dunia, pasti semua ga ada yang kekal, begitu juga kami, aku ama temen-temenku. Mereka silih berganti datang dan pergi, lepas dari mereka-mereka aku kenal ama banyak temen yang laen, ada mas Dendy anak KU UGM yang sekarang udah Koas. Kemudian ada si mas Doni anak Instiper yang kos daerah maguwo, ada Bara yang alhamdullillah sekarang udah bisa insyaf, hehe..kemudian ada Rendra yang selalu sama si Galih, kemudian ada si Vandy yang sering ngebetein, kayaknya sekarang dia udah mau lulus tuh. Hmm, si amar yang 1 kampuz ama vandy, kemudian si anton si anak amikom yang ga bisa install computer, hehe…si Badrus yang sukanya kerja di nite club. Akhir-akhir ini aku jarang banget ketemu ama mereka.

Bobol Facebook Mudah Loh…!!!

Di dalam statistik keywords blog saia, ternyata pengunjung terbanyak adalah pengunjung yg menggunakan keyword “Jebol Password Facebook”. Wow, how surprising!, padahal rahasia facebook yg ada disini tuh membeberkan sesuatu tentang facebook semata-mata untuk mengingatkan para pengguna facebook agar lebih waspada terhadap metode-metode hacking yg bisa membobol password facebook orang lain.

Jadi, harapan saia metode yg dibeberkan disini semoga bermanfaat bagi kalian yg tidak  ingin facebooknya dibobol, karena kalian tau gimana caranya facebook kalian dibobol dan tentu saja kalian bisa mengantisipasi sebelum semua itu terjadi. Dan kali ini saia ingin mengingatkan temen-temen yg menggunakan akun email Yahoo dan menggunakan Yahoo Messenger sebagai aplikasi chat yg sering digunakan, khususnya bagi kalian yg suka menggunakan warnet sebagai media bermain di dunia maya. Let see how it works.

Saia sengaja buat sesederhana mungkin agar mudah di mengerti, dan tidak mudah di tiru, yaitu sebagai berikut ;

  1. Lihat di profile target, biasanya user facebook menampilkan alamat email loginnya di bagian tab INFO. Dapet ? Sekarang kita cari username & passwordnya.
  2. Gunakan Yahoo Password Recovery untuk mencari username dan password yg tersimpan di dalam komputer target. Biar agak ribet kamu bisa pake software ini (kenapa dikasih software yg ribet? biar kamu pusing dan ga jahil!hehe). Cocokkan username Yahoo dan Email yg kamu dapat tadi.
  3. Setelah dapet Username & Password dan ternyata cocok, kamu bisa pergi ke situ Yahoo atau buka Yahoo Messenger target. Di situsnya masukkan username dan password yg kamu dapat, atau di Yahoo Messenger kamu klik aja logo email yg ada di system tray (sebelah jam).
  4. Setelah masuk ke email korban, buka halaman reset password facebook. Setelah itu isi kolomnya dg alamat email target tadi.
  5. Tunggu email reset password dari Facebook di inbox si korban. Klo sudah masuk, ikuti instruksi dalam email itu. Kalo kamu dapet password baru dari Facebook, gunakan untuk masuk ke facebook korban.
  6. Sekarang kamu punya akses penuh ke email maupun facebook korban. Tinggal utak atik apa yg kamu mau, termasuk settingan email login dan password yg bisa kamu ubah seenak udel kamu (emang udel kamu enak ya?).

Tapi ingat yaa…jangan sampai disalahgunakan…..ok..

sumber: arunaspot.blogspot.com

Renungan Untuk Yang Mencari Pasangan Hidup

Mungkin ada yang menganggap terlalu naif dan hanya ada di dalam cerita
aja. Apapun itu, kadang memang harus pinggirkan hal duniawi dan
kembali ke dasar kita.
____________ _________ _________ _________ _
Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang
mengarungi bahtera rumah tangga..

Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan
pertanyaan yang sama.. Kenapa kamu memilih dia sebagai
suamimu/istrimu?

Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban
duniawi (cakep atau tajir :D manusiawi lah :P ).

Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya.
Hingga detik ini
saya masih ingat setiap detail percakapannya.

Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju
pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan.

Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu
sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran.

Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama
seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat
berhati-hati dalam memilih suami..

Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika
dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius.

Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya
menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya.
Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama
proses pernikahan.

Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.. Asli..

Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu.

Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa
memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali
waktu itu (sok sibuk sih aslinya).

Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia
telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal.

Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan
pernikahannya. That’s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya
memutuskan untuk menginap dirumahnya.

Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua.

Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita.
Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa
juga
kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia
juga ingin bercerita banyak pada saya.

Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.

“Aku gak bisa tidur.” Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham
kondisinya saat ini.

“Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.”

“Iya.. ya.” Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu
kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik.

Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak
hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat
jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar
saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini
saya pendam.

“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya
sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci
meja riasnya.

Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.

Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada
saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop
surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya
memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.

“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya
menebak warnanya pasti putih hehehe.

Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.

“Busyet dah nih orang.” Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan
senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya.

Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan
kata-katanya. Begini isi surat itu.

Kepada YTH

Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon
kakak buat adik-adik saya

Di tempat

Assalamu’alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini
hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya
mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama …… menginginkan anda ……untuk menjadi istri
saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa.

Saat ini saya punya pekerjaan.

Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi
yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan
untuk mencukupi kebutuhan
istri dan anak-anakku kelak.

Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan
ngontrak selamannya.

Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak
kepanasan dan tidak kehujanan.

Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa
kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya.. Untuk menutupi
kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa.
Cinta saya juga biasa saja..

Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan
merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.

Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena
saya tidak tahu suratan jodoh saya.

Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang
baik. Kenapa saya memilih anda ?

Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda.

Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.

Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah.. Dan yang pasti, saya
menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah.

Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin
menjadi lebih baik dari saat ini.

Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya.

Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan.

Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini
saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah.

Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang
berbunga-bunga.

Surat cinta minimalis, saya menyebutnya :D .

Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum
tertahan.

“Kenapa kamu memilih dia..”

“Karena dia manusia biasa.” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia
manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya.

Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa.
Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari.

Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.”

“Maksudnya?”

“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada.
Iya kan ? Paling gak.Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat
nanti kita jadi gembel.

“Ssttt.” Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum
tidur. Terdiam kita memasang telinga.

Sunyi.. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling
berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing.

“Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.” Kita kembali
rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih
terngiang terus ditelinga saya.

“Gik…”

“Tidur. Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya.. Saya ingin dia
tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah,
kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.

Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu.

Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa
ada hal lain yang
mengatur segala kehidupannya.

Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh
ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan
berapa lama pernikahnnya kelak.

Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi
sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan
mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’.

Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan.

Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan
yang utama.

Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah.

Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya.

Maka semua menjadi indah.

Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang
mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah
pernikahan.

Kita hanya bisa
memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah
dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan
kemantapan untuk menikah.

Lalu, bagaimana dengan cinta ?

Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses.

Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.

Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam
pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo),

kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan
jiwa).

Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha
menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa.

forward from: Desi Apriani

yogie al-fakir

Di UII Terpadu ditemukan candi Hindu-Budha

Di kompleks kampus UII Terpadu, Jakal km 14, Yogyakarta telah ditemukan sebuah situs candi baru. begitu rilis di Surat Kabar yang terbit di Yogyakarta. Lokasi penemuian berada di sebelah timur Masjid Ulil Albab UII Terpadu Yogyakarta yang sebelumnya akan digunakan sebagai perpustakaan baru.

Menurut sumber dari BP3 DIY dan Jateng, Candi ini merupakan candi istimewa dan mempunyai hasil pahatan dengan kualitas tinggi, sehingga keberadaan candi ini akan di lestarikan dan dipugar.

Sementara itu, dari pihak UII, rektor Prof. Suandi Hamid juga mengatakan bahwa apabila benar diketemukan candi di kawasan kampuz UII Terpadu Jl. Kaliurang km 14 Yogyakarta, maka pihak UII juga akan mengiujinkan apabila hendak dipugar.

Seandainya ini benar maka akan menjadi sejarah baru, bahwa di kompleks kampuz perguruan tinggi ISLAM akan terdapat bangunan dari agama laen.