Posts Tagged ‘hanya’

Prinsip Hidup : ” I want to and I have to”

Ya, itulah sebuah prinsip baru yang aku dapetin dari mas okik sama wisnu. Dua orang sahabatku yang tergabung dalam ‘pelacur UNO’, hehehe…
Dari falsafah itu pulalah aku mengerti alasan mengapa mereka merasa enjoy menjalani kehidupan mereka seperti saat ini. Aku akan mencoba menerapkannya dalam hidupku falsafah itu.

“I have to” = Saya membutuhkan
“I want to”= Saya menginginkan

Keduanya merupakan pilihan ketika kita akan memilih sesuatu. Apakah sesuatu itu kita butuhkan??atau kah sesuatu itu hanya kita inginkan??Keduanya akan berakibat pada hal apa yang akan kita lakukan kalau kita telah menemukan jawabannya.

Bila kita hanya membutuhkan sesuatu tersebut maka hal yang akan kita lakukan ketika kita sudah mempunyai yang baru maka kita akan melupakan yang lama.
Sedangkan apabila kita hanya menginginkannya maka sesuatu yang telah kita dapat tersebut akan kita jaga, akan kita rawat supaya sesuatu tersebut selalu kita miliki. Sehingga ketika saya akan memilih sesuatu kita harus tau apakah sesuatu itu hanya kita butuhkan saat kita butuh atau sesuatu itu memang karena kita menginginkannya.Karena apabila kita menginginkan sesuatu maka sesuatu itupun setelah kita miliki akan bertahan lama bersama kita.
Ingan lagu d’masiv yang Jangan Menyerah….
….Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi…

Waroeng Burjo depan Rakosa FM Djogja, 27 Juli 2009

Sebuah Cerita Tentang “IBU”

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur
Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya
Setelah ibu mengeringkan tangannya dengan celemek
Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya
Untuk memotong rumput 2 dinar
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini 1 dinar
Untuk pergi ke took disuruh ibu ½ dinar
Untuk membuang sampah 1 dinar
Untuk nilai yang bagus 3 dinar
Untuk membersihkan dan menyapu halaman ½ dinar
Jadi jumlah hutang ibu adalah 81/2 dinar.
Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap
Barbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu
Lalu ia membawa pulpen dan membalikan kertaasnya
Dan inilah yang ia tuliskan
Untuk Sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Mengobati kamu dan mendo’akan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah ,gratis
Untuk semua mainan, makanan dan baju, gratis
Anakku…dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa cinta ibu adalah GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya
Sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya
Dan berkata, “Bu, aku sayang sekali sama ibu”
Kemudian ia mengambil pulpen
Dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar
“LUNAS”
Bagaimanapun keadaanku sekarang dan yang akan datang “Aku berutang pada ibuku”

(dari suatu sumber)

“KASIH IBU.. KEPADA BETA.. TAK TERHINGGA SEPANJANG MASA.. HANYA MEMBERI.. TAK HARAP KEMBALI BAGAI SANG SURYA MENYINARI DUNIA…”

~SELAMAT HARI IBU~

Sri Mulyani dan Boediono Masih Bertahan

Kasus Bank Century yang telah membawa nama Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani masih terus bergulir. Hasil kerja dari Pansus Century DPR RI merekomendasikan keduanya untuk no-aktif sementara, tapi hal itu tidak dikabulkan oleh Presiden SBY dengan alasan dalam UU mengatakan bahwa layaknya pejabat publik bisa diberhentikan sementara apabila berstatus sebagai tersangka.

Diluar itu semua, buat pribadi saya sosok Sri Mulyani merupakan menteri favorit saya dan saya sedikit kaget dengan adanya kasus bank century tersebut. Seandainya itu benar dan Sri Mulyani maupun Boediono terbukti bersalah maka reputasi beliau berdua dimata saya bisa turun. Saya berharap dari Presiden SBY ataupun pemerintah dan DPR RI bisa menyelesaikan kasus bank century ini dengan adiltanpa tebang pilih, sehingga keadilan di Indonesia benar-benar terwujud, jangan hanya rakyat kecil saja yang selalu menjadi korban.