Posts Tagged ‘indonesia’

Sri Mulyani dan Boediono Masih Bertahan

Kasus Bank Century yang telah membawa nama Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani masih terus bergulir. Hasil kerja dari Pansus Century DPR RI merekomendasikan keduanya untuk no-aktif sementara, tapi hal itu tidak dikabulkan oleh Presiden SBY dengan alasan dalam UU mengatakan bahwa layaknya pejabat publik bisa diberhentikan sementara apabila berstatus sebagai tersangka.

Diluar itu semua, buat pribadi saya sosok Sri Mulyani merupakan menteri favorit saya dan saya sedikit kaget dengan adanya kasus bank century tersebut. Seandainya itu benar dan Sri Mulyani maupun Boediono terbukti bersalah maka reputasi beliau berdua dimata saya bisa turun. Saya berharap dari Presiden SBY ataupun pemerintah dan DPR RI bisa menyelesaikan kasus bank century ini dengan adiltanpa tebang pilih, sehingga keadilan di Indonesia benar-benar terwujud, jangan hanya rakyat kecil saja yang selalu menjadi korban.

Provinsi DIY Terbentuk dari 2 Kerajaan penerus Dinasti Mataram ISLAM

Provinsi DI Yogyakarta terbentuk dari 2 Kerajaan penerus Dinasti Mataram ISLAM, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Paku Alaman. 2 Negeri yang diakui kekuasaan oleh Penjajah Belnda.

Bergabungnya Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman ke dalam NKRI di maklumatkan oleh Sri Sultan HB IX dan KGPAA Paku Alam VIII pada tanggal 5 September 1945. pada saat itu menurut cerita di pelajaran Sejarah sewaktu saya duduk dibangku sekolah, di ceritakan bahwa apabila waktu itu Sultan HB IX tidak bergabung dengan NKRI maka akan diberikan kekuasaan atas Pulau Jawa kepadanya. Tetapi Sri Sultan HB IX tdk mau mengikuti kata Belanda karena apabila beliau mngikutinya maka tidak akan pernah ada Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti saat ini.

Yogyakarta, adalah Ibu Kandung Negara kita, NKRI. Tanpa Jogja NKRI tak kan pernah ada. Tanpa Jogja, penjajahan belum tentu berakhir sampai saat ini.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya, demikian kata orang-orang bijak. Tetapi apa yang terjadi dengan Indonesia???Apakah rakyat Jogja tidak boleh merasakan atau menerima predikat sebagai daerah istimewa???

Sudah sepantasnya Yogyakarta disebut dan diperlakukan sebagai daerah Istimewa. Karena peran besar Yogyakarta di masa lalu sangatlah besar. Mulai dari Kongres Boedi Utomo I yang diaadakan di Jogja, kemudian peristiwa pemindahan kekuasaan Ibu Kota RI di masa perjuangan, SO 1 maret yang jelas-jelas membuktikan kepada dunia bahwa RI masih ada semua itu hanyalah bagian kecil dari pengorbanan Yogyakarta untuk Republik.

Keistimewaan yang dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat Yogyakarta adalah penetapan jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY pada diri Sultan Hamengku Buwono dan KGPAA Paku Alam yang bertahta. sebenarnya menurut rakyat kecil, inti dari keistimewaan itu sendiri adalah seperti itu. Bukan dengan Pemilihan Gubernur yang dirasa bisa menimbulkan perpecahan ditubuh masyarakat DIY sendiri.

Perlu diketahui bahwa demokrasi TIDAK HARUS DENGAN PEMILU, tetapi demokrasi bisa dilakukan dengan cara lain yang mana cara tersebut bisa mengakomodir semua kepentingan. kalau kita menengok di saat kita masih duduk dibangku SD guru kita akan bercerita bahwa ciri khas masyarakat Indonesia adalah MUSYAWARAH dan MUFAKAT. Tetapi bila kita dengar pernyataan Presiden di media beberapa saat lalu menyatakan bahwa Rangkap jabatan hanya ada di dalam KETHOPRAK. Hal lain yang dikemukakan oleh Pejabat publik lainnya adalah bahwa Yogyakarta bukan lagi monarkhi absulut, tetapi harus menjadi monarkhi konstitusi sehingga pemilihan Kepala daerah dilaksanakan dengan Pemilihan Langsung.

Seandainya dalam UUK DIY nanti ditetapkan bahwa jabatan Gubernur dan wakil Gubernur berdasarkan penetapan Sultan dan Paku Alam yang bertahta maka masih adakah kesempatan Sultan untuk maju ke tingkat Nasional???Pertanyaan ini yang akan kita bahas pada pembahasan selanjutnya…..

Tips dan Trik Mempercepat Akses Internet

Saat anda browsing atau membuka suatu website di internet entah dari warung internet atau fasilitas hotspot di area publik  mungkin anda sering mengeluh akan lambatnya akses untuk menampilkan website tersebut. Padahal akses internet di Indonesia sekarang ini masih terhitung mahal. Sebenarnya ada cara-cara mudah untuk meningkatkan kecepatan akses internat anda tanpa harus membayar biaya lebih mahal. Beberapa diantaranya adalah dengan menyetting browser kita, menggunakan openDNS, dan menggunakan Google Web Accelerator.

Untuk menerapkan trik-trik tersebut sangat mudah. Cara pertama yaitu menyetting browser dapat dilakukan oleh pengguna Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Bagi pengguna Internet Explorer klik menu [Tools] [Internet Option], klik tab [General]. Pada opsi “Temperory Internet files”, klik [Settings] lalu Geser slider-nya. Hal itu untuk membuat cache (lokasi penyimpanan sementara) untuk web yang anda buka, sebaliknya disediakan sekitar 5% dari Hard disk.
Bagi pengguna Mozilla Firefox anda dapat mengetikkan “about:config” pada address bar,. setelah itu ubah “network.http.pipelining” dan “network.http.proxy pipelining” menjadi “true”, serta isi “network.http.pipelining.maxrequests” antara 30 –100 ( semakin besar semakin cepat ). Yang terakhir klik kanan dimana saja dan pilih New->Integer , tuliskan “nglayout.initialpaint.delay” lalu isi dengan 0.
Untuk trik kedua, pertama anda harus mendaftar di www.openDNS.com . Setelah itu masuk ke Control Panel dari start menu, pilih network connections lalu pilih koneksi anda dan klik tombol properties. Pada bagian Internet protokol anda bisa pilih TCP/IP dan klik properties. Masukkan angka 208.67.222.222 dan 208.67.220.220 pada opsi DNS dan restart komputer anda.

Setelah melakukan 2 tips di atas sekarang anda pasti akan mendapat kecepatan akses yang lebih kencang. Bagi yang masih belum puas dengan kecepatan aksesnya sekarang dapat menggunakan trik yang ke tiga yaitu Google Web Accelerator. Google Web Accelerator di desain khusus untuk mempercepat akses internet anda, khususnya anda yang menggunakan koneksi broadband (pita lebar) seperti Cable dan DSL. Untuk anda yang menggunakan koneksi lain seperti Dial-up (Telkomnet Instant atau Speedy) maupun satelit atau wave, Google Web Accelerator juga dapat mempercepat aksesnya.

Untuk memakai Google Web Accelerator anda harus memenuhi kriteria antara lain Operating System anda harus Windows XP atau Windows 2000 dan browser anda harus Internet Explorer 5.5+ atau Mozilla Firefox 1.0+. Kalau untuk browser lainnya sebenarnya juga bisa, tetapi anda harus meng-konfigurasi proxy settings dari browser anda dengan menambah 127.0.0.1:9100 pada HTTP. Setelah anda melakukan instalasi, Google Web Accelerator akan menampilkan icon kecil di atas browser anda dan icon tray di pojok bawah layar komputer. Anda dapat mengunduh Google Web Accelerator di http://webaccelerator.google.com.

Kami sudah membuktikan kedua langkah tersebut dapat membantu kecepatan akses internet kita. namun tidak berlaku untuk kecepatan saat mendowanload ataupun upload.

Kasian Banget Antasari Azhar

Kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Bantaran, Nasruddin Zulkarnaen masih terus bergulir. Tersangka dalam kasus itu Antasari Azhar, mantan Ketua KPK dalam persidangan banyak sekali fakta-fakta yang menunjukkan bahwa kasus tersebut merupakan sebuah manipulasi.

Sidang yang belum lama diadakan dengan saksi ahli dokter ahli forensik dari RSCM dan UI, mengatakan bahwa kondisi jasat Nazruddin Zulkarnaen ketika di bawa ke RSCM sudah dalam keadaan tidak murni atau sudah di rekayasa. Ini merupakan fakta yang ada di pengadilan yang menunjukkan bahwa Antasari Azhar direkayasa dalam kasus tersebut. Fakta yang pertama ketika sidang dengan saksi mantan Kapolres Jakarta Selatan yang menyatakan bahwa BAP dirinya dibuat dengan tekanan dari para penyidik dan petinggi Polri.

Apabila itu benar-benar terbukti direkayasa maka alangkah bobroknya penegakan hukum di Indonesia yang akan semakin membawa Indonesia ke jajaran negara-negara terbobrok se Dunia. Semoga, dalam program 100 hari kerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid 2 dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa menyelesaikan dan meluruskan serta membenahi proses penegakan hukum di Indonesia. Sehingga tidak terjadi lagi kasus nenek Minah di Banyumas, kasus pencuri semangka di Jawa Timur dan bahkan kasus Anggodo yang bisa “mengatur” kebijakan penegak hukum.

Hanya ada di Indonesia

Indonesia merupakan negara hukum yang dalam kehidupan masyarakatnya diatur oleh Undang-undang. Sebagai negara hukum Indonesia mengakui adanya persamaan hukum untuk seluruh warga negara, tanpa terkecuali.

Itulah yang seharusnya trerjadi di Indonesia. Tapi pada kenyataannya, hukum di Indonesia masih kalah jauh dengan yang namanya UANG alias DUIT alias MONEY dalam bahasa kerennya. Ini bukanlah fitnah atau apalah namanya, tapi ini memang sebuah fakta yang terpublish oleh media. banyak kasus yang bisa dijadikan contoh konkrit untuk membuktikan ini semua.

Sebagai contoh, kasus nenek meinah di banyumas, yang dipenjara hanya gara-gara mengambil 3 (tiga) biji kakao di perusahaan perkebunan. Kemudian di Jawa Timur, 2 orang laki2 ditangkap polisi gara-gara mengambil buah semangka dan itu saya yakin hanya merupakan sedikit dari banyak kasus yang dialami masyarakat kecil dan perujung di pengadilan dan masuk bui.

Sekarang kita liat Anggodo, yang merupakan warga negara Indonesia yang berduit banyak, dia bisa melenggang kesana kemari dengan enaknya tanpa merasa bersalah seidikitpun dan Polisi juga dengan mudahnya tidak menjeratnya.Padahal kita tau rekaman yang diputar di MK sudah bisa dijadikan bukti menjeratnya. Itu karena apa??? Mungkin itu karena si nak Mas Anggodo mempunyai banyak uang sedangkan si mbah minah tidak punya uang.

Ini kisah saya sendiri dan saya alami, ketika saya melapor ke kantor Polisi di salah satu polsek di wilayah DIY tentang pencurian Laptop di kamar kos, memang Bapak polisi membantu mencarikan, tapi itu semua tidak berlangsung lama dan dihentikan ditengah jalan sampai dengan saat ini, padahal sebenarnya masih ada jalan karena yang dicurigai mencuri bapak polisi juga tau, tapi karena saya tidak punya duit untuk “uang rokok” maka kasusnya pun berhenti di tengah jalan, dan saya yakin kasus serupa masih banyak di temukan di berbagai daerah di Indonesia yang dialami oleh rakyat kecil seperti saya. Sehingga kemana lagi rakyat kecil akan mengadu kalau sudah seperti ini????