Posts Tagged ‘itu’

Sayang, nama kamu masih ada di speed dial hpku…

hari itu 20 Mei 2007
tepatnya jam 7.30 pm…gw bener2 tahu apa itu yang namanya
“you’ll never know wat you’ve got until it’s gone”.

Yup, gw udah kehilangan apa yang selama ini gw punya,

cukup manis buat dikenang
tapi terlalu pahit buat diinget..

Gw ga bisa bayangin lagi, apa jadinya gw sekarang.

Sekarang, detik ini, ga ada lagi yang gw panggil sayang,
ga ada lagi yang gw marahin,
ga ada lagi yang gw bikin cemburu,

semua ga ada lagi.

Yang ada sekarang, cuma satu kata
“teman”,

itu yang dia minta.

Cukup mudah buat dikatain,
tapi terlalu sulit buat gw lakuin…

Mungkin salah gw juga,
gw tau dia kyk angin,
yang ga akan pernah bisa diikat,
apapun itu.
Angin ada bukan untuk seseorang,
angin ada untuk semua,
untuk bebas…

Bukan dengan komitmen…

Cukup bahagia waktu bersama,
tapi terlalu sedih waktu berpisah…

Itulah yang gw alami,
mungkin kalimat “boys don’t cry”
ga akan pernah berlaku buat gw,
karena gw bukan orang yang takut nangis.

Saat ini, detik ini, mungkin gw ga akan nangis lagi.
Tapi di pikiran gw, masih jelas semua tentang dia.

Gimana dia ketawa,
gimana dia manja,
dan semua tingkah laku dia.

Sudahlah, ini sudah berakhir..
Yang ada cuma cerita,
kamu dan aku…..

Dan satu lagi sayang,
tau ga? Nama kamu masih ada di speed dial hpku,
biar aku gampang telepon kamu,
biar aku gampang denger suara kamu,

karena ketika tiba suatu hal tentang kamu,
semua mudah bagiku lakuin.

Sahabat????

“Persahabatan ibarat satu janji yang dibuat di dalam hati, tak dapat ditulis, tak dapat dibaca. Namun takkan terpisahkan dengan jarak, takkan berubah oleh massa. Sekali kita kenal selamanya kita adalah kawan….”
Yah, tepat jam 05:41:49 pagi, hpku berdering tanda ada sms yang masuk. Ternyata sms berasal dari Aji, temenku yang dulu kerja di Parsley Jakal dan sekarang ga tahu dimana rimbanya. Sms yang gampang dibaca oleh siapa pun yang enggak buta huruf, tapi penuh makna yang tersimpan di dalamnya. Emang bener banget apa yang tertulis di sms itu, bahwa seorang sahabat akan selalu ada dalam suka dan duka, temen akan silih berganti tapi sahabat sejati akan selalu di hati.
Sejenak aku terdiam dan beberapa kali aku ulang membaca sms itu. Aku mulai teringat dengan si Fandy, Dedi, Rizqi, Wendi, Kiswanti, Erni, Parmi, Nova dan semua temenku waktu aku duduk di bangku SD. Suka duka selama aku menjalani proses ketika aku masih SD selalu kami lewati satu per satu dengan semangat kebersamaan. Sebagai temen Fandy adalah orang pertama yang ajak aku nonton bokep untuk pertama kali, Dedi banyak orang tahu kalau dia adalah sepupuku sekaligus rivalku dalam memperebutkan ringkin Pertama dikelas sampai akhirnya aku yang memenangkan kompetisi itu di hujung kehidupanku di saat SD. Kemudian Wendi yang selalu ngajakin maen nitendo kalau liburan tiba, Rizqi yang aku kenal dia sejak SD dan masih banyak lagi. Banyak kenangan-kenangan indah saat bersama mereka yang ga mungkin cukup ku tuliskan disini. Akhirnya Aku, Rizky dan Dedi setelah lulus dari SD kita lanjutin SMP barengan, aku masih ingat banget ketika Rizqi hampir aja ga ke trima di SMP Favorit yang sekarang udah jadi Sekolah Bertaraf Internasional dan terkenal sebagai sekolah ‘mahal’ di daerahku sejak dulu. Dia nangis yang sejadi-jadinya, tapi alhamdulillah dia masuk ke SMP ku juga akhirnya.
Saat SMP ada Fajar, Rahma, Titik, Ithing, Diana dan aku tentunya yang masih setia menunggui Kelas A dari kelas 1 sampai kelas 3, Di kelas 3 aku dapat temen-temen yang bener baru, ada Dinda (bebek), Sulis, Arbi, Adit, Gilang, Dian, Etri, Oox yang selalu gila di manapun kita berada.  Di SMP itu pula aku mengerti dan tahu apa itu cinta?apa itu cita?dan apa itu bahagia? Karena disanalah cinta pertamaku bersemi. Yah, cinta pertamaku, Dian. Tapi ternyata cinta pertamaku kandas di tengah jalan. Kemudian Riana yang sampai lulus aku malu untuk ngungkapinnya. Hmm, selain akrab dengan temen seangkatan, aku juga akrab dengan adek kelas, ada Senja, Fajar, Tatang yang akhirnya jadilah kehidupanku di SMP di penuhi dengan cerita-cerita indah, lucu, bahagia, sedih dan semua itu ga bisa diungkapin dengan kata-kata. Yah, akhirnya 3 tahun aku jalani kehidupan di masa SMP akhirnya aku lulus tepat waktu. Di SMP Pula aku belajar yang namanya organisasi. Akhir kehidupanku di SMP di tandai dengan aku nginap di Rumah Senja, kemudian kita makan-makan di Mc D habis lebih dari 300 ribu yang waktu itu buatku uang yang mahal banget karena uang sakuku ga nyampek segitu sebulannya.
“Dok…Dok…Dok…Dok…Dok….”tanda pintu kamarmu udah diketuk ama kakakku karena seperti biasanya aku belum bangun padahal jam udah menunjukkan pukul 06:00 pagi (yah, kebiasaan ku bangun pagi hilang begitu saja sejak aku lulus SMA 2 tahun lalu,hehe).
Aku bergegas untuk bangun dan langsung menuju ke kamar mandi buat cuci muka, yah sekali lagi aku teringat masa-masa SMA dulu, dimana masa itu aku tahu siapa dan bagaimana aku ini. Yah, masa di mana aku bener-bener tahu tentang semua jati diriku. Masa SMA dulu merupakan masa di mana aku bisa menunjukkan kemampuanku dalam banyak hal tapi disisi lain adalah masa di saat aku menyadari dan mengerti dengan keadaan di dalam diriku. Yah, di SMA aku banyak terjun ke ‘dunia politik’  sehinga aku pun pernah memimpin organisasi tertinggi di sekolah. Di sana aku kenal dengan Uswatun yang merupakan rekan dalam mengurus organisasi dan merupakan rival ketika adu argumen, kemudian ada Fika dan Savitri yang selalu di tengah-tengah aku dan uswatun. Fika adalah rekan terbaikku selama aku memimpin OSIS dulu, aku inget banget gimana cara dia melobi Bapak/Ibu Guru, Karyawan untuk bisa ngadain acara yang nyleneh-nyleneh, sampai dia di cap sebagai pembangkang oleh Kepala sekolahku dulu. Yah, di OSIS juga ada Heri dan Didit yang dulu teman akrabku tapi akhirnya jadi rival ‘politik’ yang paling susah dihadapi. Di luar organisasi ada Mery si bencong yang PD nya setengah mati, kemudian ada Trio Jonet yang merupakan temenku paling kece. Banyak yang naksir dia. Di SMA pula aku kenal banyak temen dari Aceh, Lampung, Bandung, Makassar, Pontianak, Padang, Manado dari banyak etnis dan saat itu pula aku mendapat pacar anak Lampung (salam buat Astrina Eka Putri). Yah, sampai akhirnya 3 tahun begitu cepat, aku ingat bagaimana kami dulu di gembleng, ditempa untuk menjadi yang lebih lagi. Aku masih ingat ketika awal aku masuk SMA, aku ingat kepala plontos kami dengan dada telanjang terlihat di BRIMOB Gondowulung. Aku ingat ketika kami makan harus selalu ditemani dengan keringat dan ‘tetesan air mata’. Aku ingat ketika kami merantau di negeri seberang, negri dimana Gajah menjadi simbolnya, kita habiskan waktu dengan pantat di kereta besi. Aku ingat ketika kami makan siang di pinggir jembatan yang hampir roboh, aku ingat ketika aku mau ulangan susulan Fisika yang tiba-tiba ada gempa dan nilai fisikaku dapet 35 di raport, aku ingat ketika aku mengkoordinir untuk mendirikan dapur umum ketika gempa dulu. Yah, semua itu tak seberapa di banding pengalaman yang bener-bener aku dapatkan selama SMA dulu.
Akirnya di pertengahan tahun 2007 aku berhasil lulus dari SMA. Aku di wisuda di Gedung Pertemuan Ganesha APMD Jl. Timoho Yogyakarta oleh Kepala Sekolahku Dra. Hj. Surajiyah, MM dan didampingi oleh Ibu Kepala Pusdiklat Industri Departemen Perindustrian RI. Akhirnya setelah lulus, aku mencari kerja dan akhirnya aku ketrima di UD Reka yasa, di bagian Adm. Gudang. Perusahaan itu bergerak dibidang Pembuatan alat-alat tepat guna. Aku kerja disana Cuma 15 hari, dan aku adalah orang ke 4 yang mengundurkn diri dengan tiba-tiba.
Mulai bulan September 2007 aku kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di  Yogyakarta, disana aku kenal dengan Ida, Endah, Ihsan, Yohan, Henny Eko, Benny, Evi, Erna, Nila, Afri dan masih banyak lagi. Suka duka selama kuliah kita rasakan bersama. Mulai markipat demi sebuah beasiswa kita berjuang bersama-sama tanpa kenal lelah, pagi siang sore malam kita berjuang bersama-sama. Saat ini aku telah sampai semester 4, tinggal beberapa langkah lagi aku selesai. Jadi aku akan berusaha dengan sekuat tenagaku.
‘What???????aku tersadar dan melihat jam yang ada di handphoneku, ternyata waktu udah menunjukkan pukul 06:33, ‘wew, aku telat….!!!!!!!!!!!!!!!’buru-buru aku ambil air buat mandi, lalu aku mandi bebek, ga nyampek 5 menit, akhirnya aku telat. Seperti biasanya ketika kuliah masuk jam 07.00 WIB udah bias dipastikan aku sedikit telat, hehe…’
Hmm, emank keberuntungan selalu ditanganku. Dosenku pagi itu juga telat, jadi aku masih bias tetep masuk kelas walaupun udah telat udah lebih dari 15 menit. HUuff, lagi aku dikelas melamun…
Sesekali aku pandangi wajah temen-temenku di kelas, dengan sedikit senyum manis aku lemparkan ke mereka dan mungkin dari mereka ada yang merasa kalau aku lagi kurang minum obat tadi, hehehe…
Selain itu setiap semester kita wajib mengumpulkan sertifikat-sertifikat yang lumayan banyak setiap semesternya. Tapi alhamdullillah, sampai semester 4 ini pun aku masih mampu memenuhi persyaratan-persyaratan yang ada. Huff. Kuliah pagi ini terasa lama banget, mungkin karena dosennya udah agak tua jadi kurang asek, ga kayak mas David si dosen muda yang ketemu aku pas chatting di mirc pagi-pagi banget, hehehe….Yah, sejak aku kenal duniaku saat ini aku sering bgt chatting di mirc..hehehe…
Duniaku, itu adalah sebutan buat apa yang aku kerjakan setiap hari, tentang gaya hidupku, tentang cara berfikirku dan semua hal yang tentang aku. Duniaku, aku temuin ketika aku naik kelas 3 SMA beberapa tahun yang lalu. Hmm, dunia yang membuat aku banyak mengenal orang-orang dari berbagai daerah, dari berbagai universitas, dari semua kalangan dan kebanyakan kalangan orang-orang menengah ke atas. Hal ini dapat dilihat dari penguasaan teknologi informasi yang sangat baik. Dari duniaku itu, diawal aku memasukinya aku kenal yang namanya Kevin, tapi dia bukan orang yang aku kenal melainkan si Adi anak aku kenal.Kemudia si Tommy anak Wirobrajan yang kosnya di deket RS Ludira Husada yang ngakunya asli daerah Sumatra Utara. Terus ada si Adit yang dulu anak Boda dan sekarang kuliah di Bandung, kemudian ada si Dicky anak asli Jakarta yang kuliah di Ukrim Jasol. Hmm, namanya di dunia, pasti semua ga ada yang kekal, begitu juga kami, aku ama temen-temenku. Mereka silih berganti datang dan pergi, lepas dari mereka-mereka aku kenal ama banyak temen yang laen, ada mas Dendy anak KU UGM yang sekarang udah Koas. Kemudian ada si mas Doni anak Instiper yang kos daerah maguwo, ada Bara yang alhamdullillah sekarang udah bisa insyaf, hehe..kemudian ada Rendra yang selalu sama si Galih, kemudian ada si Vandy yang sering ngebetein, kayaknya sekarang dia udah mau lulus tuh. Hmm, si amar yang 1 kampuz ama vandy, kemudian si anton si anak amikom yang ga bisa install computer, hehe…si Badrus yang sukanya kerja di nite club. Akhir-akhir ini aku jarang banget ketemu ama mereka.

Prinsip Hidup : ” I want to and I have to”

Ya, itulah sebuah prinsip baru yang aku dapetin dari mas okik sama wisnu. Dua orang sahabatku yang tergabung dalam ‘pelacur UNO’, hehehe…
Dari falsafah itu pulalah aku mengerti alasan mengapa mereka merasa enjoy menjalani kehidupan mereka seperti saat ini. Aku akan mencoba menerapkannya dalam hidupku falsafah itu.

“I have to” = Saya membutuhkan
“I want to”= Saya menginginkan

Keduanya merupakan pilihan ketika kita akan memilih sesuatu. Apakah sesuatu itu kita butuhkan??atau kah sesuatu itu hanya kita inginkan??Keduanya akan berakibat pada hal apa yang akan kita lakukan kalau kita telah menemukan jawabannya.

Bila kita hanya membutuhkan sesuatu tersebut maka hal yang akan kita lakukan ketika kita sudah mempunyai yang baru maka kita akan melupakan yang lama.
Sedangkan apabila kita hanya menginginkannya maka sesuatu yang telah kita dapat tersebut akan kita jaga, akan kita rawat supaya sesuatu tersebut selalu kita miliki. Sehingga ketika saya akan memilih sesuatu kita harus tau apakah sesuatu itu hanya kita butuhkan saat kita butuh atau sesuatu itu memang karena kita menginginkannya.Karena apabila kita menginginkan sesuatu maka sesuatu itupun setelah kita miliki akan bertahan lama bersama kita.
Ingan lagu d’masiv yang Jangan Menyerah….
….Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi…

Waroeng Burjo depan Rakosa FM Djogja, 27 Juli 2009

Sri Mulyani dan Boediono Masih Bertahan

Kasus Bank Century yang telah membawa nama Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani masih terus bergulir. Hasil kerja dari Pansus Century DPR RI merekomendasikan keduanya untuk no-aktif sementara, tapi hal itu tidak dikabulkan oleh Presiden SBY dengan alasan dalam UU mengatakan bahwa layaknya pejabat publik bisa diberhentikan sementara apabila berstatus sebagai tersangka.

Diluar itu semua, buat pribadi saya sosok Sri Mulyani merupakan menteri favorit saya dan saya sedikit kaget dengan adanya kasus bank century tersebut. Seandainya itu benar dan Sri Mulyani maupun Boediono terbukti bersalah maka reputasi beliau berdua dimata saya bisa turun. Saya berharap dari Presiden SBY ataupun pemerintah dan DPR RI bisa menyelesaikan kasus bank century ini dengan adiltanpa tebang pilih, sehingga keadilan di Indonesia benar-benar terwujud, jangan hanya rakyat kecil saja yang selalu menjadi korban.

Provinsi DIY Terbentuk dari 2 Kerajaan penerus Dinasti Mataram ISLAM

Provinsi DI Yogyakarta terbentuk dari 2 Kerajaan penerus Dinasti Mataram ISLAM, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Paku Alaman. 2 Negeri yang diakui kekuasaan oleh Penjajah Belnda.

Bergabungnya Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman ke dalam NKRI di maklumatkan oleh Sri Sultan HB IX dan KGPAA Paku Alam VIII pada tanggal 5 September 1945. pada saat itu menurut cerita di pelajaran Sejarah sewaktu saya duduk dibangku sekolah, di ceritakan bahwa apabila waktu itu Sultan HB IX tidak bergabung dengan NKRI maka akan diberikan kekuasaan atas Pulau Jawa kepadanya. Tetapi Sri Sultan HB IX tdk mau mengikuti kata Belanda karena apabila beliau mngikutinya maka tidak akan pernah ada Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti saat ini.

Yogyakarta, adalah Ibu Kandung Negara kita, NKRI. Tanpa Jogja NKRI tak kan pernah ada. Tanpa Jogja, penjajahan belum tentu berakhir sampai saat ini.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya, demikian kata orang-orang bijak. Tetapi apa yang terjadi dengan Indonesia???Apakah rakyat Jogja tidak boleh merasakan atau menerima predikat sebagai daerah istimewa???

Sudah sepantasnya Yogyakarta disebut dan diperlakukan sebagai daerah Istimewa. Karena peran besar Yogyakarta di masa lalu sangatlah besar. Mulai dari Kongres Boedi Utomo I yang diaadakan di Jogja, kemudian peristiwa pemindahan kekuasaan Ibu Kota RI di masa perjuangan, SO 1 maret yang jelas-jelas membuktikan kepada dunia bahwa RI masih ada semua itu hanyalah bagian kecil dari pengorbanan Yogyakarta untuk Republik.

Keistimewaan yang dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat Yogyakarta adalah penetapan jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY pada diri Sultan Hamengku Buwono dan KGPAA Paku Alam yang bertahta. sebenarnya menurut rakyat kecil, inti dari keistimewaan itu sendiri adalah seperti itu. Bukan dengan Pemilihan Gubernur yang dirasa bisa menimbulkan perpecahan ditubuh masyarakat DIY sendiri.

Perlu diketahui bahwa demokrasi TIDAK HARUS DENGAN PEMILU, tetapi demokrasi bisa dilakukan dengan cara lain yang mana cara tersebut bisa mengakomodir semua kepentingan. kalau kita menengok di saat kita masih duduk dibangku SD guru kita akan bercerita bahwa ciri khas masyarakat Indonesia adalah MUSYAWARAH dan MUFAKAT. Tetapi bila kita dengar pernyataan Presiden di media beberapa saat lalu menyatakan bahwa Rangkap jabatan hanya ada di dalam KETHOPRAK. Hal lain yang dikemukakan oleh Pejabat publik lainnya adalah bahwa Yogyakarta bukan lagi monarkhi absulut, tetapi harus menjadi monarkhi konstitusi sehingga pemilihan Kepala daerah dilaksanakan dengan Pemilihan Langsung.

Seandainya dalam UUK DIY nanti ditetapkan bahwa jabatan Gubernur dan wakil Gubernur berdasarkan penetapan Sultan dan Paku Alam yang bertahta maka masih adakah kesempatan Sultan untuk maju ke tingkat Nasional???Pertanyaan ini yang akan kita bahas pada pembahasan selanjutnya…..

Polisi Yang Bodoh Atau Muka Gw Mirip Maling???

Kejadian ini bener-bener gw alamin. Tepatnya malam minggu lalu, ketika aku lagi jalan ama temen2ku. Tiba-tiba di sekitar Jalan Gejayan ada Bapak-Bapak Polisi yang menyetop laju kendaraan gw. Dengan gemetar gw langsung berhenti.

Pak Polisi : “Selamat Malam mas, bisa liat surat-suratnya???”

Jiah, dalam hati gw pikir mank gw salah apa???perasaan sejak dari tadi gw ga ngelanggar 1 tata tertib lalu lintas sedikitpun. Dengan gemetar aku kasih STNK ama SIM ku. Setelah itu Pak Polisi I terlibat sedikit pembicaraan dengan Polisi II yang menunggunya di atas sepeda motor. Setelah itu STNK ama SIM ku di kembalikan. Aku tanya ke Pak Polisi I, Mank nya saya menlanggar apa Pak???

Pak Polisi I bilang, Owh, kirain mas nya yang bawa kabur motor orang di daerah Condong Catur.

Jiah, dalam batin gw, dasar Polisi Brengsek, gw kan jadi takut. huhuhu

Eh, dengan tanpa sopannya Pak Polisi itu pergi begitu aja tanpa bilang kata MAAF atau SORRY. Huh, udah salah ga mau minta maaf.

Nah, kalau gitu sapa yang salah??

Polisi yang Bodoh atau muka gw yang Mirip Maling???hehehehehehehehhe

Cinta Itu……

Kubetulkan letak kacamataku, lalu kututup buku yang sedari tadi kubaca, kuedarkan pandangan ke tengah lapangan basket, tempat anak-anak yang lain berkumpul.
Kuhembuskan napas, bosan. Terdengar riuh sorakan dari tepi lapangan. Tak ada kerjaan, pikirku melihat cewek-cewek menyoraki cowok-cowok pemain basket.
Taman sekolah merupakan tempat kesayanganku untuk menghabiskan waktu saat di sekolah sedang tidak terjadi kegiatan belajar mengajar.
Ini hari Selasa, lewat dua hari dari terakhir para murid di sekolah ini mengikuti test. Dan seperti biasa, selama seminggu ini, lomba antar kelas digelar sampai Sabtu nanti pembagian rapor.
Kulirik sepasang teman yang mojok dekat perpustakaan. Asyik sekali berbincang, dengan sesekali diiringi tawa. Itukah yang namanya pacaran? Menumpahkan rasa cinta pada lawan jenis. Berjalan bersama, bergandengan tangan, berbicara berdua, kemana-mana pun selalu berdua.
Apa itu cinta? Tanyaku pada diriku sendiri. Cinta adalah awal dari kesedihan, jawabku.
“Dor !”
Terkejut aku mendengarnya. Vivi yang baru saja mengejutkanku tertawa.
“Sendirian terus kerjaannya,” ledeknya.
“Sudah selesai?” tanyaku padanya begitu kulihat gerombolan anak yang tadinya memadati lapangan basket itu mulai bergerak meninggalkan lapangan.
“He-eh!” Vivi mengangguk.
“Kamu enggak setia kawan. Masa kelasnya bertanding, kamunya enggak kasih dukungan!”
“Tapi aku ngasih dukungan doa,” elakku dari tuduhannya
Dia manyun, lalu seperti teringat sesuatu dia memandangku.
“Dapat salam dari Bagas,” katanya.
Aku bisa merasakan raut wajahku berubah setelah mendengar ucapan itu.
“Waktu dia bertanding tadi, dia cari kamu, An. Coba tadi kamu ikut ngedukung, pasti dia tambah semangat main untuk kelas kita.”
“Memangnya kelas kita kalah?”
“Ya menang dong! Kalau kalah, pastinya aku deketin kamu dengan wajah lesu.”
Aku tertawa.
“Sepertinya Bagas suka kamu,” dia memberi tahu.
“Sudah jangan ngomongin itu lagi, Vi!”
“Kamu ini aneh, An. Biasanya nih, seorang cewek pasti akan senang sekali tahu ada cowok suka pada dirinya. Apalagi ini Bagas, si bintang lapangan basket.”
Dia benar. Harusnya aku bahagia mendengar ada orang menyukaiku. Tapi perasaan seperti itu, yang dulu juga pernah ada dalam hatiku sudah hilang. Dicuri waktu.
“Aku mau nerusin baca buku, jangan kamu ganggu,” pintaku padanya.
“Iya deh. Ake pergi dulu ya, mau lihat pertandingan kelas lain.” Dia pamit padaku, lalu melesat cepat bersama teman yang lain.
Kulanjutkan kegiatanku sebelum dia datang, baca buku. Tapi sepertinya, ketenangan yang kudapat tadi sudah dicemari perkataannya tentang rasa suka. Aku jadi melamun, memandang kosong tanaman bunga merah jambu di depanku.
Cinta membuat orang bahagia. Benarkah itu? Bila telah dua kali aku harus menangis karena cinta.
Bukan sepenuhnya salah cinta, jika aku perlu menelan kecewa. Hanya saja cinta-lah yang membatku bersedih. Karena aku tidak memiliki perasaan itu pada orang lain, tentunya aku tidak perlu memendam kerinduan yang menyiksa.
Perasaan itu sangat menyakitkan. Berharap suatu waktu orang yang kita cintai menghampiri kita, menyatakan rasa cintanya dan membuat kita tersanjung. Ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Orang itu memberikan cintanya pada orang lain. Padahal kita sudah bermimpi setinggi awan.
Aku ingat pengalamanku sendiri saat seorang temanku seperti Vivi menyampaikan salam dari seorang cowok. Aku begitu antusias menyambutnya. Aku jadi memperhatikan setiap gerak-gerik cowok itu. Apa saja kegiatannya, aku tahu.
Seringkali aku mengkhayal, dia benar-benar menembakku dan kami pun berpacaran. Sampai-sampai aku bermimpi hal itu terjadi. Kenyataannya? Kudengar berita dia telah jadian dengan orang lain.
Lalu, untuk apa semua perhatian yang mati-matian aku berikan padanya. Kupupuk rasa suka sedikit demi sedikit, nyatanya setelah rasa cinta terwujud, dia meninggalkanku.
Kemudian aku berusaha menghapus cinta yang tercipta dengan mulai meyukai orang lain. Kulupakan dirinya dengan melampiaskan perasaan sukaku pada orang lain.
Kembali kuulang mimpi-mimpi. Memulai dari awal mengharapkan cinta. Kuagungkan cintaku pada orang ini. Mungkin salahku juga kalau akhirnya orang inipun pacaran dengan cewek lain.
Kesalahan terbesarku adalah kaarena tidak berusaha menunjukkan perasaanku. Tapi apa iya, seorang cewek menunjukkan perasaannya terlebih dulu?
Yang pasti, sejak saat itu aku berjanji tidak akan lagi berusaha mencintai seseorang. Takut kecewa. Takut terluka. Takut menangis sendirian lagi.
Aku cukup senang dengan suasana hatiku saat ini. Tidak perlu lagi merasa was-was mendapati kenyataan yang tidak eindah harapan. Sebab aku tidak akan bermimpi lagi untuk itu.

***

Aku menoleh melihat ke pintu kelasku, kudapati Bagas bersandar di sana yang kuyakini dia sedang menatapku. Bagas tersenyum dan kubalas dengan senyum. Aku tidak mau dianggap sombong. Rupanya senyumanku membuatnya merasa tidak perlu sungkan, sehingga dia mulai menghampiriku.
Masih bisa kulihat bekas keringat yang menempel di tubuhnya. Pastinya baru mengganti baju olahraga dengan seragam.
“Baca apaan?” tanyanya.
“Buku sejarah mitologi Yunani. Capek?” ganti aku bertanya.
“Sedikit,” katanya
“Aku mau mengembalikan buku ini ke perpustakaan. Aku tinggal dulu ya!”
Kutinggalkan dia.
Sebenarnya aku belum selesai membacanya. Aku cuma pura-pura, untuk menghindarinya. Ketakutan akan datangnya cinta menderaku. Aku tahu, jika aku berdekatan dengannya, rasa cinta akan muncul. Dan aku tidak mau kecewa itu datang lagi.
Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, akan menutup pintu hatiku sampai saatnya tiba nanti. Saat takdir benar-benar mempertemukan pasangan hidupku. Terlalu jauh ya pikiranku?
Terserah akan ada komentar apa, yang pasti saat ini itulah pemikiranku tentang cinta. Cinta adalah awal dari kesedihan.

***

Pertandingan final basket antar kelas, satu dari dua tim itu adalah kelasku. Vivi sudah menggandeng tanganku terus sampai di lapangan basket, dan tetap memegangnya seakan takut pergi.
“Kamu harus ikut mendukung kelas kita,” kata Vivi tegas.
Aku tersenyum dan mengangguk-angguk seperti anak kecil.
“Bagas pasti akan tambah semangat melihat kamu menontonnya, An”
“Aku pergi nih, kalau kamu bicara soal itu,” ancamku.
“Enggak lagi deh!”
Pertandingan dimulaidan aku bisa melihat Bagas tersenyum padaku.
Sebisa mungkin kunikmati pertandingan ini. Ikut bertepuk tangan, memberi semangat.
Kelas kami menjadi juara membuat kami bersorak-sorak kegirangan. Aku langsung mulai melangkah untuk meninggalkan lapangan.
“Anna!” Bagas mengejar langkahku.
Tubuhnya dipenuhi peluh dan dia tersenyum begitu kami berhadapan.
“Kutunggu di Banaran pulang sekolah nanti,” sebutnya pada cafe yang biasanya menjadi tongkrongan anak-anak sepulang sekolah.
Begitu saja, lalu dia pergi dari hadapanku, setengah berlari menghampiri teman-temannya yang ikut pertandingan tadi.
Kupandangi punggungnya dan balik kacamataku. Perasaanku datar. Syukurlah! Aku tidak mau ada yang lain di hatiku.
Mulanya aku ragu untuk memenuhi ajakannya. Tapi saat sudah kupijakkan kaki di Banaran, aku jadi lebih mantap untuk bertekat menemuinya.
Ada hal harus kita tahu. Aku telah mengetahui bagaimana rasanya terhempas dari mimpi, maka aku tidak ingin melukai hati orang lain. Paling tidak dengan pergi menemuinya bisa membuatnya lega.
Aku duduk di hadapannya.
“Mau pesan apa?” tanyanya.
“Apa saja,” jawabku asal.
“Jus jeruk saja ya? Kamu suka kan?” Dia menyebut minuman kesukaanku. Membuat aku sadar dia telah memperhatikanku.
Dia mulai bicara soal pelajaran, guru-guru, dan apa saja yang bisa dijadikan bahan pembicaraan. Kutanggapi dengan sikap biasa, sama kalau sedan ngobrol dengan teman-teman. Hingga akhirnya di mengutarakan perasaannya.
“Aku suka kamu, Anna.”
“Jangan lanjutkan perasaanmu itu,” kataku menanggapinya.
“Kenapa?”
“Aku tidak ingin kamu kecewa,” kataku singkat.
“Aku tidak akan kecewa. Aku menyukaimu dan saat ini aku merasakan indahnya cinta.”
“Cinta itu kesedihan. Jangan memulainya kalau kamu tidak ingin terluka. Bunuhlah cinta itu secepat mungkin, sebelum terlalu besar.”
“Tapi aku sudah menyukaimu sejak dulu dan cintaku telah tumbuh.”
“Buang sekarang sebelum lebih besar.”
“Aku tidak akan membuangnya begitu saja. Sekalipun misalnya cinta ini tidak terjalin, aku akan tetap menyimpannya. Kukenang perasaan itu, perasaan indah yang bisa membuatku bahagia.” Jelasnya.
Kuangkat mukaku, menatapnya.
“Kita berbeda dalam memandang cinta, itu artinya kita tidak akan cocok,”kataku dengan pasti.
“Bukankah perbedaan telah berhasil membuat dunia ini jadi lebih berwarna?”
“Terserah kamu saja. Asalkan jangan pernah menyesal memendam perasaan itu sendirian.”
“Aku akan menunggumu sampai kamu merasakan hal yang sama dengan apa yang kurasakan, Ann.”
Aneh. Mengapa aku bisa tertawa dengannya. Mendengar kata-katanya membuat suasana lain di hatiku.
“Aku tidak akan mencoba menyukaimu, Bagas.”
“Karena kamu takut? Takut kalau sudah melupakan cintaku ini, ketika kamu telah menyukaiku. Aku akan menjaga cinta ini, Anna. Sampai nanti kamu telah memiliki orang lain baru kusimpan dan kututup rapat cinta ini di hati.”
Entah kenapa, aku jadi menatapnya dan mencari kesungguhan di matanya.
“Aku mau pulang,”kataku yang pasti mengejutkannya.
Kupikir dia akan menahanku, tapi aku salah. Bagas tersenyum lalu berdiri.
“Oke! Aku antar,” katanya. Sekarang gantian aku yang terkejut oleh sikapnya.
Saat dia berjalan di sampingku, aku bisa merasakan degup jantungku. Aku jadi bisa merasakan bahwa aku sudah mulai menyukainya.
“Kamu sudah menyukaiku bukan? Tanyanya dengan senyum.
Lalu aku membalasnya dengan senyum.
Apakah ini awal dari perjalanan cintaku? Haruskah kuakui bahwa aku mulai dilanda cinta? Dan haruskah kuakui, cinta membuatku merasa bahagia? Cinta itu indah.

Mantan Menteri SBY Berkhianat??

Jiah, mantan menteri yang dulu merupakan “pembantu” Bapak Presiden kok malah berkianat?

Itu sesuai dengan apa yang diungkapan oleh salah satu kader Partai Demokrat, Ruhut Sitompul di berbagai kesempatan. Seperti pada wawancara dengan Pak Ruhut di salah satu televisi swasta tadi hari ini (17/12). Pak Ruhut juga mengatakan bahwa menteri itu berjumlah 2 orang dan semua berasal dari profesional. Apabila ini benar-benar terjadi, alangkah sangat mengkhawatirkan sekali karena akan berdampak pada stabilitas keamanan.

Tetapi yang sangat disayangkan, Pak Ruhut sendiri atau dari pihak Demokrat atau Pak SBY sendiri tidak menjelaskan siapa nama menteri-menteri tersebut. Sehingga muncul berbagai pernyataan yang mengatakan itu hanyalah untuk mengalihkan kasus Bank Century yang saat ini baru berjalan. Hal serupa juga sering dilontarkan oleh orang nomor satu di Negeri ini, kita ambil contoh saja, ketika akan diadakan demo untuk memperingati hari anti korupsi tanggal 9 Desember lalu, Bapak SBY mengatakan bahwa demo-demo yang akan diadakan pada peringatan hari anti korupsi ditengarai akan ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik lain. Tetapi nyatanya demo kemaren juga tidak terjadi cara-cara anarkhis.

Sehingga jangan sampai para pemimpin negara ini seperti sebuah carita masa lalu dimana dalam sebuah rumah ada 3 orang, dan satu diantaranya adalah seorang pembual. Ketika seorang pembual itu mengatakan ada kebakaran, dan 2 orang temannya uda meminta tolong pada warga dan ternyata tidak tidak terbukti. Sehingga ketika ada kebakaran beneran, 2 orang tadi tidak percaya dan terjadilah kebakaran yang besar.

Kasian Banget Antasari Azhar

Kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Bantaran, Nasruddin Zulkarnaen masih terus bergulir. Tersangka dalam kasus itu Antasari Azhar, mantan Ketua KPK dalam persidangan banyak sekali fakta-fakta yang menunjukkan bahwa kasus tersebut merupakan sebuah manipulasi.

Sidang yang belum lama diadakan dengan saksi ahli dokter ahli forensik dari RSCM dan UI, mengatakan bahwa kondisi jasat Nazruddin Zulkarnaen ketika di bawa ke RSCM sudah dalam keadaan tidak murni atau sudah di rekayasa. Ini merupakan fakta yang ada di pengadilan yang menunjukkan bahwa Antasari Azhar direkayasa dalam kasus tersebut. Fakta yang pertama ketika sidang dengan saksi mantan Kapolres Jakarta Selatan yang menyatakan bahwa BAP dirinya dibuat dengan tekanan dari para penyidik dan petinggi Polri.

Apabila itu benar-benar terbukti direkayasa maka alangkah bobroknya penegakan hukum di Indonesia yang akan semakin membawa Indonesia ke jajaran negara-negara terbobrok se Dunia. Semoga, dalam program 100 hari kerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid 2 dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa menyelesaikan dan meluruskan serta membenahi proses penegakan hukum di Indonesia. Sehingga tidak terjadi lagi kasus nenek Minah di Banyumas, kasus pencuri semangka di Jawa Timur dan bahkan kasus Anggodo yang bisa “mengatur” kebijakan penegak hukum.

Kisah Seekor Kupu-kupu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil
muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia
berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian
kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha
semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut
memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh
gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya
karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan
melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang
seiring dengan berjalannya waktu. Semuanya tak pernah terjadi.
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di
sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah
bisa terbang.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah
bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu
untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari
tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan
siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita.
Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin
justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang
dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan.

Kita mungkin tidak akan pernah dapat “Terbang” Sesungguhnya Tuhan itu Maha
Pengasih dan Maha Penyayang.

Kita memohon Kekuatan…dan Tuhan memberi kita
kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan…dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran…dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk
dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita memohon Keteguhan Hati…dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk
diatasi.

Kita memohon Cinta…dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk
diselamatkan dan dicintai.

Kita memohon Kemurahan Kebaikan Hati…dan Tuhan memberi kita
kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing Kita…
Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya
tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?.

Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan
memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal,
bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik
untuk kita.