Posts Tagged ‘orang’
Ketentraman Jiwa Entrepreneur
Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah. Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Orang yang mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat akan ditambah oleh Allah karunia dan rezkinya tanpa batas, seperti disebutkan dalam surat An Nuur ayat 37-38 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula (oleh) jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan itu) supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Demikian pula dengan mengingat Allah akan menjadikan kita lebih baik. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika mengetahui.
Orang yang mengingat Allah juga hatinya menjadi tenteram. Seperti dalam surat Ar Ra’du ayat 28 :..(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Mengingat Allah ada permulaannya dan ada pula akhirnya. Permulaannya ketentraman dan kecintaan dan akhirnya ketentraman dan kecintaan yang dapat menjelma dan timbul dari orang yang mengingat Allah tersebut.
Demikian pula orang yang mengingat Allah, akan diingat oleh Allah, disebut oleh Allah dan bersama Allah. Jika Allah telah mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan bimbingan dan petunjuk untuk meraih awal kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hadits qudsi, Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah s.w.t. berfirman : Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya berlari-lari kecil (Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya dengan lupa mengingat Allah, kita akan termasuk orang yang rugi. Allah berfirman dalam surat Al Munaafiquun ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
sumber : www.msuyanto.com
Ketentraman Jiwa Entrepreneur
Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah. Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Orang yang mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat akan ditambah oleh Allah karunia dan rezkinya tanpa batas, seperti disebutkan dalam surat An Nuur ayat 37-38 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula (oleh) jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan itu) supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Demikian pula dengan mengingat Allah akan menjadikan kita lebih baik. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika mengetahui.
Orang yang mengingat Allah juga hatinya menjadi tenteram. Seperti dalam surat Ar Ra’du ayat 28 :..(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Mengingat Allah ada permulaannya dan ada pula akhirnya. Permulaannya ketentraman dan kecintaan dan akhirnya ketentraman dan kecintaan yang dapat menjelma dan timbul dari orang yang mengingat Allah tersebut.
Demikian pula orang yang mengingat Allah, akan diingat oleh Allah, disebut oleh Allah dan bersama Allah. Jika Allah telah mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan bimbingan dan petunjuk untuk meraih awal kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hadits qudsi, Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah s.w.t. berfirman : Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya berlari-lari kecil (Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya dengan lupa mengingat Allah, kita akan termasuk orang yang rugi. Allah berfirman dalam surat Al Munaafiquun ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Mengubah Kegagalan Menjadi Kesuksesan : Menyikapi Kegagalan
Anthony Robbins dalam bukunya Unlimited Power, menyatakan bahwa kebanyakan orang dalam kebudayaan kita diprogramkan untuk takut gagal. Padahal, kita semua pernah menginginkan sesuatu tetapi mendapatkan yang lain.
Kita semua pernah gagal dalam tes, menderita dalam cinta yang membuat frustrasi yang tidak berhasil, menyususn rencana bisnis yang kemudian gagal. Kata hasil” itulah yang digunan orang sukses, mereka tidak melihat kegagalan. Mereka tidak percaya kepada kegagalan. Itu tidak masuk hitungan mereka. Sukses merupakan kebalikan dari gagal. Sukses sesungguhnya hanyalah status sosial atau hanyalah sebuah prestasi yang telah dicapai dari suatu tujuan atau sasaran
Orang selalu sukses mendapatkan semacam hasil. Sukses-sukses super dari kebudayaan kita bukanlah orang yang tidak gagal, melainkan orang yang tahu bahwa mereka mencoba sesuatu dan tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka mendapatkan pengalaman belajar. Mereka gunakan apa yang telah mereka pelajari itu dan mencoba sesuatu yang lain saja. Mereka ambil tindakan-tindakan baru dan menghasilkan hasil-hasil baru. Abraham Lincoln paling tidak mengalami minimal 11 kegagalan besar sebelum menjadi Presiden. Asa Candler pembeli hak kemasan Coca-Cola pernah gagal memasarkan minuman pada pabrik soda pada 1899. Steve Jobs dengan tidak melisensikan sistem operasi Macintosh kepada pihak lain menjadi gagal menguasai sistem operasi dunia yang sekarang dipegang oleh Microsoft, bahkan Steve Jobs sendiri pernah didepak dari Apple. Akio Morita dari Sony juga pernah gagal karena tidak mau melisensikan video Betamax yang lebih baik dari VHS buatan Matshushita. Sekarng video yang ada adalah VHS, karena Matshushita mau melisensikan teknologinya kepada pihak lain. Warren Bennis dari Xerox pernah gagal karena memutuskan tidak menjual PC, padahal Xerox mempunyai teknologi lebih baik dibandingkan yang lainnya. Henry Ford gagal dalam memproduksi dan memasarkan kapal dan pesawat terbang dibandingkan dengan memproduksi dan memasarkan mobil. Soichiro Honda menyatakan bahwa yang diketahui orang lain tentang kesuksesannya itu hanya 1 % padahal kegagalannya 99% yang tidak diketahui orang.
Salah satu aset yang bermanfaat hari ini dibandingkan hari kemarin adalah pengalaman. Orang yang takut gagal akan berperilaku untuk tidak berbuat sesuatu yang mungkin tidak efektif. Inilah yang menghalangi mereka dari mengambil tindakan yang sebetulnya bisa menjamin tercapainya keinginan mereka. Orang yang percaya pada kegagalan itu hampir dijamin biasa-biasa saja keberadaannya. Kegagalan adalah sesuatu yang pokoknya tidak dipersepsikan oleh orang-orang yang mencapai kebesaran. Mereka tidak terpuruk oleh kegagalan. Mereka tidak melekatkan emosi-emosi negatif kepada sesuatu yang tidak efektif. Maka sesungguhnya kegagalan itu tidak ada, tetapi yang ada adalah hasil yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan dan kesuksesan sejati adalah apabila kita dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan Tuhan.
sumber : www.msuyanto.com
Cinta Itu……
Kubetulkan letak kacamataku, lalu kututup buku yang sedari tadi kubaca, kuedarkan pandangan ke tengah lapangan basket, tempat anak-anak yang lain berkumpul.
Kuhembuskan napas, bosan. Terdengar riuh sorakan dari tepi lapangan. Tak ada kerjaan, pikirku melihat cewek-cewek menyoraki cowok-cowok pemain basket.
Taman sekolah merupakan tempat kesayanganku untuk menghabiskan waktu saat di sekolah sedang tidak terjadi kegiatan belajar mengajar.
Ini hari Selasa, lewat dua hari dari terakhir para murid di sekolah ini mengikuti test. Dan seperti biasa, selama seminggu ini, lomba antar kelas digelar sampai Sabtu nanti pembagian rapor.
Kulirik sepasang teman yang mojok dekat perpustakaan. Asyik sekali berbincang, dengan sesekali diiringi tawa. Itukah yang namanya pacaran? Menumpahkan rasa cinta pada lawan jenis. Berjalan bersama, bergandengan tangan, berbicara berdua, kemana-mana pun selalu berdua.
Apa itu cinta? Tanyaku pada diriku sendiri. Cinta adalah awal dari kesedihan, jawabku.
“Dor !”
Terkejut aku mendengarnya. Vivi yang baru saja mengejutkanku tertawa.
“Sendirian terus kerjaannya,” ledeknya.
“Sudah selesai?” tanyaku padanya begitu kulihat gerombolan anak yang tadinya memadati lapangan basket itu mulai bergerak meninggalkan lapangan.
“He-eh!” Vivi mengangguk.
“Kamu enggak setia kawan. Masa kelasnya bertanding, kamunya enggak kasih dukungan!”
“Tapi aku ngasih dukungan doa,” elakku dari tuduhannya
Dia manyun, lalu seperti teringat sesuatu dia memandangku.
“Dapat salam dari Bagas,” katanya.
Aku bisa merasakan raut wajahku berubah setelah mendengar ucapan itu.
“Waktu dia bertanding tadi, dia cari kamu, An. Coba tadi kamu ikut ngedukung, pasti dia tambah semangat main untuk kelas kita.”
“Memangnya kelas kita kalah?”
“Ya menang dong! Kalau kalah, pastinya aku deketin kamu dengan wajah lesu.”
Aku tertawa.
“Sepertinya Bagas suka kamu,” dia memberi tahu.
“Sudah jangan ngomongin itu lagi, Vi!”
“Kamu ini aneh, An. Biasanya nih, seorang cewek pasti akan senang sekali tahu ada cowok suka pada dirinya. Apalagi ini Bagas, si bintang lapangan basket.”
Dia benar. Harusnya aku bahagia mendengar ada orang menyukaiku. Tapi perasaan seperti itu, yang dulu juga pernah ada dalam hatiku sudah hilang. Dicuri waktu.
“Aku mau nerusin baca buku, jangan kamu ganggu,” pintaku padanya.
“Iya deh. Ake pergi dulu ya, mau lihat pertandingan kelas lain.” Dia pamit padaku, lalu melesat cepat bersama teman yang lain.
Kulanjutkan kegiatanku sebelum dia datang, baca buku. Tapi sepertinya, ketenangan yang kudapat tadi sudah dicemari perkataannya tentang rasa suka. Aku jadi melamun, memandang kosong tanaman bunga merah jambu di depanku.
Cinta membuat orang bahagia. Benarkah itu? Bila telah dua kali aku harus menangis karena cinta.
Bukan sepenuhnya salah cinta, jika aku perlu menelan kecewa. Hanya saja cinta-lah yang membatku bersedih. Karena aku tidak memiliki perasaan itu pada orang lain, tentunya aku tidak perlu memendam kerinduan yang menyiksa.
Perasaan itu sangat menyakitkan. Berharap suatu waktu orang yang kita cintai menghampiri kita, menyatakan rasa cintanya dan membuat kita tersanjung. Ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Orang itu memberikan cintanya pada orang lain. Padahal kita sudah bermimpi setinggi awan.
Aku ingat pengalamanku sendiri saat seorang temanku seperti Vivi menyampaikan salam dari seorang cowok. Aku begitu antusias menyambutnya. Aku jadi memperhatikan setiap gerak-gerik cowok itu. Apa saja kegiatannya, aku tahu.
Seringkali aku mengkhayal, dia benar-benar menembakku dan kami pun berpacaran. Sampai-sampai aku bermimpi hal itu terjadi. Kenyataannya? Kudengar berita dia telah jadian dengan orang lain.
Lalu, untuk apa semua perhatian yang mati-matian aku berikan padanya. Kupupuk rasa suka sedikit demi sedikit, nyatanya setelah rasa cinta terwujud, dia meninggalkanku.
Kemudian aku berusaha menghapus cinta yang tercipta dengan mulai meyukai orang lain. Kulupakan dirinya dengan melampiaskan perasaan sukaku pada orang lain.
Kembali kuulang mimpi-mimpi. Memulai dari awal mengharapkan cinta. Kuagungkan cintaku pada orang ini. Mungkin salahku juga kalau akhirnya orang inipun pacaran dengan cewek lain.
Kesalahan terbesarku adalah kaarena tidak berusaha menunjukkan perasaanku. Tapi apa iya, seorang cewek menunjukkan perasaannya terlebih dulu?
Yang pasti, sejak saat itu aku berjanji tidak akan lagi berusaha mencintai seseorang. Takut kecewa. Takut terluka. Takut menangis sendirian lagi.
Aku cukup senang dengan suasana hatiku saat ini. Tidak perlu lagi merasa was-was mendapati kenyataan yang tidak eindah harapan. Sebab aku tidak akan bermimpi lagi untuk itu.
***
Aku menoleh melihat ke pintu kelasku, kudapati Bagas bersandar di sana yang kuyakini dia sedang menatapku. Bagas tersenyum dan kubalas dengan senyum. Aku tidak mau dianggap sombong. Rupanya senyumanku membuatnya merasa tidak perlu sungkan, sehingga dia mulai menghampiriku.
Masih bisa kulihat bekas keringat yang menempel di tubuhnya. Pastinya baru mengganti baju olahraga dengan seragam.
“Baca apaan?” tanyanya.
“Buku sejarah mitologi Yunani. Capek?” ganti aku bertanya.
“Sedikit,” katanya
“Aku mau mengembalikan buku ini ke perpustakaan. Aku tinggal dulu ya!”
Kutinggalkan dia.
Sebenarnya aku belum selesai membacanya. Aku cuma pura-pura, untuk menghindarinya. Ketakutan akan datangnya cinta menderaku. Aku tahu, jika aku berdekatan dengannya, rasa cinta akan muncul. Dan aku tidak mau kecewa itu datang lagi.
Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, akan menutup pintu hatiku sampai saatnya tiba nanti. Saat takdir benar-benar mempertemukan pasangan hidupku. Terlalu jauh ya pikiranku?
Terserah akan ada komentar apa, yang pasti saat ini itulah pemikiranku tentang cinta. Cinta adalah awal dari kesedihan.
***
Pertandingan final basket antar kelas, satu dari dua tim itu adalah kelasku. Vivi sudah menggandeng tanganku terus sampai di lapangan basket, dan tetap memegangnya seakan takut pergi.
“Kamu harus ikut mendukung kelas kita,” kata Vivi tegas.
Aku tersenyum dan mengangguk-angguk seperti anak kecil.
“Bagas pasti akan tambah semangat melihat kamu menontonnya, An”
“Aku pergi nih, kalau kamu bicara soal itu,” ancamku.
“Enggak lagi deh!”
Pertandingan dimulaidan aku bisa melihat Bagas tersenyum padaku.
Sebisa mungkin kunikmati pertandingan ini. Ikut bertepuk tangan, memberi semangat.
Kelas kami menjadi juara membuat kami bersorak-sorak kegirangan. Aku langsung mulai melangkah untuk meninggalkan lapangan.
“Anna!” Bagas mengejar langkahku.
Tubuhnya dipenuhi peluh dan dia tersenyum begitu kami berhadapan.
“Kutunggu di Banaran pulang sekolah nanti,” sebutnya pada cafe yang biasanya menjadi tongkrongan anak-anak sepulang sekolah.
Begitu saja, lalu dia pergi dari hadapanku, setengah berlari menghampiri teman-temannya yang ikut pertandingan tadi.
Kupandangi punggungnya dan balik kacamataku. Perasaanku datar. Syukurlah! Aku tidak mau ada yang lain di hatiku.
Mulanya aku ragu untuk memenuhi ajakannya. Tapi saat sudah kupijakkan kaki di Banaran, aku jadi lebih mantap untuk bertekat menemuinya.
Ada hal harus kita tahu. Aku telah mengetahui bagaimana rasanya terhempas dari mimpi, maka aku tidak ingin melukai hati orang lain. Paling tidak dengan pergi menemuinya bisa membuatnya lega.
Aku duduk di hadapannya.
“Mau pesan apa?” tanyanya.
“Apa saja,” jawabku asal.
“Jus jeruk saja ya? Kamu suka kan?” Dia menyebut minuman kesukaanku. Membuat aku sadar dia telah memperhatikanku.
Dia mulai bicara soal pelajaran, guru-guru, dan apa saja yang bisa dijadikan bahan pembicaraan. Kutanggapi dengan sikap biasa, sama kalau sedan ngobrol dengan teman-teman. Hingga akhirnya di mengutarakan perasaannya.
“Aku suka kamu, Anna.”
“Jangan lanjutkan perasaanmu itu,” kataku menanggapinya.
“Kenapa?”
“Aku tidak ingin kamu kecewa,” kataku singkat.
“Aku tidak akan kecewa. Aku menyukaimu dan saat ini aku merasakan indahnya cinta.”
“Cinta itu kesedihan. Jangan memulainya kalau kamu tidak ingin terluka. Bunuhlah cinta itu secepat mungkin, sebelum terlalu besar.”
“Tapi aku sudah menyukaimu sejak dulu dan cintaku telah tumbuh.”
“Buang sekarang sebelum lebih besar.”
“Aku tidak akan membuangnya begitu saja. Sekalipun misalnya cinta ini tidak terjalin, aku akan tetap menyimpannya. Kukenang perasaan itu, perasaan indah yang bisa membuatku bahagia.” Jelasnya.
Kuangkat mukaku, menatapnya.
“Kita berbeda dalam memandang cinta, itu artinya kita tidak akan cocok,”kataku dengan pasti.
“Bukankah perbedaan telah berhasil membuat dunia ini jadi lebih berwarna?”
“Terserah kamu saja. Asalkan jangan pernah menyesal memendam perasaan itu sendirian.”
“Aku akan menunggumu sampai kamu merasakan hal yang sama dengan apa yang kurasakan, Ann.”
Aneh. Mengapa aku bisa tertawa dengannya. Mendengar kata-katanya membuat suasana lain di hatiku.
“Aku tidak akan mencoba menyukaimu, Bagas.”
“Karena kamu takut? Takut kalau sudah melupakan cintaku ini, ketika kamu telah menyukaiku. Aku akan menjaga cinta ini, Anna. Sampai nanti kamu telah memiliki orang lain baru kusimpan dan kututup rapat cinta ini di hati.”
Entah kenapa, aku jadi menatapnya dan mencari kesungguhan di matanya.
“Aku mau pulang,”kataku yang pasti mengejutkannya.
Kupikir dia akan menahanku, tapi aku salah. Bagas tersenyum lalu berdiri.
“Oke! Aku antar,” katanya. Sekarang gantian aku yang terkejut oleh sikapnya.
Saat dia berjalan di sampingku, aku bisa merasakan degup jantungku. Aku jadi bisa merasakan bahwa aku sudah mulai menyukainya.
“Kamu sudah menyukaiku bukan? Tanyanya dengan senyum.
Lalu aku membalasnya dengan senyum.
Apakah ini awal dari perjalanan cintaku? Haruskah kuakui bahwa aku mulai dilanda cinta? Dan haruskah kuakui, cinta membuatku merasa bahagia? Cinta itu indah.
Mantan Menteri SBY Berkhianat??
Jiah, mantan menteri yang dulu merupakan “pembantu” Bapak Presiden kok malah berkianat?
Itu sesuai dengan apa yang diungkapan oleh salah satu kader Partai Demokrat, Ruhut Sitompul di berbagai kesempatan. Seperti pada wawancara dengan Pak Ruhut di salah satu televisi swasta tadi hari ini (17/12). Pak Ruhut juga mengatakan bahwa menteri itu berjumlah 2 orang dan semua berasal dari profesional. Apabila ini benar-benar terjadi, alangkah sangat mengkhawatirkan sekali karena akan berdampak pada stabilitas keamanan.
Tetapi yang sangat disayangkan, Pak Ruhut sendiri atau dari pihak Demokrat atau Pak SBY sendiri tidak menjelaskan siapa nama menteri-menteri tersebut. Sehingga muncul berbagai pernyataan yang mengatakan itu hanyalah untuk mengalihkan kasus Bank Century yang saat ini baru berjalan. Hal serupa juga sering dilontarkan oleh orang nomor satu di Negeri ini, kita ambil contoh saja, ketika akan diadakan demo untuk memperingati hari anti korupsi tanggal 9 Desember lalu, Bapak SBY mengatakan bahwa demo-demo yang akan diadakan pada peringatan hari anti korupsi ditengarai akan ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik lain. Tetapi nyatanya demo kemaren juga tidak terjadi cara-cara anarkhis.
Sehingga jangan sampai para pemimpin negara ini seperti sebuah carita masa lalu dimana dalam sebuah rumah ada 3 orang, dan satu diantaranya adalah seorang pembual. Ketika seorang pembual itu mengatakan ada kebakaran, dan 2 orang temannya uda meminta tolong pada warga dan ternyata tidak tidak terbukti. Sehingga ketika ada kebakaran beneran, 2 orang tadi tidak percaya dan terjadilah kebakaran yang besar.
Dunia saat ini, cowok banyak yang Homo, Cewek banyak yang lesbi
Ya, homosex atau yang sering kita dengar dengan istilah Gay, Lesbian, itu sudah tidak asing lagi buat kita yang hidup di kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan laen-laen bahkan orang-orang kayak gitu udah ga asing lagi kita temui di sekitar kita. Tapi, biasanya kita merasa risih kalau deket-deket sama orang kayak gitu. Padahal orang-orang kayak gitu udah secara terang-terangan muncul dihadapan kita dimall-mall, di jalan-jalan, di cafe-cafe dan laen sebagainya.
Hmm….Sekarang coba kita pikir kalau yang menjadi homo itu kita atau bagian dari keluarga kita, gimana rasanya??????Hayooo???-Nah loe…-Emank banyak banget teori yang bermunculan tentang asal usul kenapa orang itu bisa mempunyai perilaku seks sebagai seorang “homosex”???tapi sebelumnya kita harus sama kan persepsi atau pemikiran kita terlebih dahulu tentang arti homosex itu.
Homosex menurut gw adalah perilaku orang yang suka atau bisa terangsang nafsu seksualnya dengan orang yang sejenis yang dilakukan secara terus menerus. Maksudnya terus menerus itu adalah perilaku tersebut di lakukan berulang kali, karena ada juga yang melakukan perilaku seksual sejenis itu cuma karena terpaksa. Misal, saat di dalam penjara, karena gak ada cewek maka mau ML (Making Love) sama cowok, itupun gara-gara nafsu seksualnya udah gede banget –Gak ada cewek, cowok pun jadi- hehe…..Itu bisa tidak di bilang homosex karena ketika mereka udah keluar dari penjara mereka kembali lagi kepada istri-istri mereka. Namun kebanyakan dari fakta yang ada apabila seseorang udah pernah melakukan hubungan sejenis maka sulit baginya buat bisa ninggalin hubungan sejenis tersebut . Nah itu baru atu yang kita bahas, kemudian ada juga orang yang bisa terangsang bila sama cewek maupun sama cowok, mereka itu biasa disebut sebagai bisex. Menurut psikolog, bisex malah bisa berpengaruh negatif terhadap kejiwaan seseorang yang mengalaminya. Kenapa bisa begitu???Karena mereka akan merasa tersiksa dengan perilakunya tersebut. Apabila si dia sudah terbiasa dengan perilaku seks sejenis dan dia tidak mau sepenuhnya masuk ke dalam dunia homosex maka ketika dia bernafsu buat berhubungan dengan sejenisnya maka akan terasa tersiksa sekali batinnya. Selain itu juga karena si dia akan merasa bahwa hubungan sejenis itu merupakan perbuatan yang amat sangat tidak nyaman –takut dosa lah, takut ini lah, takut itu lah dll-. Oleh karena itu para psikolog beranggapan bahwa sebaiknya kalau mau masuk ke sebuah dunia baru, maka di sarankan supaya masuk dengan sepenuh hati, jangan setengah-setengah coz kalau kita cuman setengah hati maka kita akan merasa bersalah, kotor dan laen sebagainya. Sehingga apabila kita udah kenal sebuah dunia baru maka kita harus menilai apakah kita nyaman atau ga dengan dunia baru tersebut. Apabila kita tidak merasa nyaman maka cobalah untuk menjauh dari dunia tersebut. Perilaku seksual selanjutnya yang akan kita bahas adalah heteroseksual. Heteroseksual adalah suatu perilaku seksual yang terangsang dengan orang yang berlainan jenis. Orang jenis ini adalah orang yang bener-bener orang, kenapa gw bilang begitu????karena orang jenis ini berperilaku seksual sesuai dengan kodrat manusia.
Nah mudah-mudahan persepsi kita tentang homesex udah sama. Sekarang gw akan membahas tentang teorema tentang asal usul kenapa seseorang bisa menjadi homosex???Ok, seseorang menjadi homosex itu ada banyak faktor yang membuatnya. Faktor-faktor itu antara lain adalah :
1. Salah asuh dari kedua orang tuanya
Kenapa orang tua kita bisa salah asuh dalam mengasuh anak-anaknya???Ini karena biasanya dipengaruhi oleh keinginan orang tersebut. Sebagai contoh, umpamanya Bu X punya anak laki-laki, tetapi beliau sangat menginginkan anak perempuan, sehingga anak laki-laki Bu X itu secara tidak langsung udah diperlakukan seperti layaknya anak perempuan, umpamanya anaknya itu mau maen sampai malam, selalu dilarang-larang. Pokoknya sedikit-sedikit selalu dilarang. Biasanya orang tua tidak merasa bahwa apa yang dilakukannya itu bisa buat anaknya menjadi seorang homosex dan biasanya mereka tidak mau mengakui bahwa itu salah mereka kenapa anak mereka menjadi binan.
2. Pernah mendapat perilaku seksual dari orang-orang homosex
Maksud dari point ini adalah umpamanya kita pernah mendapatkan atau pernah diperlakukan hal yang tidak semestinya dari orang-orang homosex. Sebagai contoh ketika Y masih kecil, Y pernah disodomi, sehingga ketika udah gede Y akan mencoba melakukan hal yang sama, sehingga ketika Y udah dapat orang yang bisa membuat dia fly dalam sex maka dia akan enjoy di dalam dunia tersebut.
3. Faktor teman kecil
Teman pada waktu kita masih kecil juga berpengaruh terhadap kelanjutan masa depan kita. Kenapa hal itu bisa terjadi???Karena biasanya apabila kita salah pilih teman –cowok banyak maen dengan cewek, begitu juga dengan cewek, banyak maen dengan cowok-. Hal ini bisa terjadi karena tingkah laku cewek dengan cowok itu berbeda, cowok suka maen sepak bola, cewek suka memasak. Apabila hal ini dilakukan sebelum seseorang itu akhil balik, maka jiwa-jiwa kewanitaan akan tertanam pada diri cowok tadi, begitu dengan cewek tadi, akan tertanam jiwa kelaki-lakiannya dalam dirinya. Sehingga berpengaruh pada masa depan orang tadi.
4. Faktor keturunan atau Gen
Ada beberapa ahli yang mengatakan bahwa homosex adalah karena faktor keturunan. Jadi mungkin dulu kakek nenek buyut si mas homo atau si mbak lesbi itu ada yang menjadi homosex atau suka dengan sejenis. Faktor inilah yang menyumbang lebih banyak untuk tidak bisa seorang binan/lesbi keluar dari dunia homosex, kenapa???karena dalam dirinya terdapat gen homosex tersebut.
Beberapa faktor diataslah yang dapat menyebabkan seseorang menjadi homosex. Pada dasarnya semua apa yang terjadi pada seorang homosex adalah bukan karena kemauannya, tetapi itu semua merupakan kehendak Yang Maha Kuasa. Seandainya orang-orang homosex bisa menentukan pilihan maka mereka tidak akan pernah mau menjadi seorang homosex, karena homosex merupakan sebuah perilaku seksual yang ‘menyimpang’. Tetapi apa boleh dikata dan bagaimanapun juga mereka adalah insan manusia yang mempunyai rasa dan hati. Mereka sama dengan kita, orang homosex sama dengan orang yang normal, yang beda hanyalah perilaku seksualnya saja. Selain itu orang homo dengan orang ‘stringht’ juga sama-sama makan nasi.
So, dari itu semua dapat kita simpulkan bahwa bila kita menjauhi orang-orang homosex tersebut berarti sama aja dengan kita menjauhi ciptaan Tuhan YME. Karena sebenarnya orang-orang homosex tersebut butuh kasih sayang dari orang-orang yang normal, supaya mereka bisa terhibur dengan keadaan yang tidak normal tersebut, karena sesungguhnya mereka juga hanyalah makhluk Tuhan yang mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Orang homosex belum tentu mereka tidak bisa berprestasi, bahkan tidak sedikit orang-orang homosex yang mempunyai prestasi bagus, bahkan bisa lebih bila dibanding dengan orang heteroseksual. Kasih sayang juga sangat dibutuhkan oleh orang-orang homosex, karena dengan kasih sayang tersebut diharapkan orang tersebut bisa kembali kepada kodrat setiap manusia.
Ingatlah kawan, bahwa apabila kita ingin cinta, maka Allah akan memberikan kita orang-orang bermasalah untuk dicintai supaya orang tersebut bisa keluar dari masalahnya itu, begitu juga orang-orang homosex yang harus kita kasihi, kita sayangi bukan malah kita jauhi, karena belum tentu diri kita itu adalah yang paling sempurna dan bersih dari segala dosa.
Nah, semoga apa yang gw tulis ini bisa sedikit memberi pencerahan terhadap orang-orang yang menjauhi orang homosex, sehingga diharapkan untuk tidak selalu memojokkan atau mengucilkan orang-orang homosex. Karena untuk saat ini banyak sekali kaum homosex di sekitar kita. Entah kita sadar atau tidak tapi memang nyatanya seperti itu. Demikian, mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan.

