Posts Tagged ‘untuk’
Strategi Entrepreneur Gaya Surga Melipatgandakan Harta
Entrepreneur gaya surga untuk melipatgandakan harta dengan aturan yang sesuai dengan syariah. Al maal (harta) dalam bahasa Arab bermakna emas, perak dan hewan ternak. Sedangkan menurut terminologi syariah, al maal merupakan segala sesuatu yang memiliki nilai dan boleh dimanfaatkan serta kepemilikannya diperoleh dengan cara yang sesuai syariah. Nabi Muhammad s.a.w. dalam memandang harta berpedoman bahwa pada hakikatnya, harta adalah milik Allah dan manusia diberi kuasa (amanah) untuk mengelolanya dengan baik. Manusia tidak mempunyai kekuasaan mutlak terhadap harta dan harus menafkahkan sebagian hartanya sesuai syariah Allah, seperti dalam Al Qur’an surat Al Hadiid ayat 5 – 7: Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya adalah orang-orang yang beriman. Demikian pula Al Qur’an surat Al Munaafiquun ayat 7 : Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar) : ”Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)”. Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.
Untuk melipatkan harta Allah memberi pentunjuk kepada kita, yaitu untuk melipatgandakan harta, bila harta tersebut dinafkahkan di jalan-Nya. Dalam surat Al Baqarah ayat 245 : Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. Sedangkan dalam surat Al Baqarah ayat 265 : Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. Demikian pula dalam Al-Baqarah ayat 261 : Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuni-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dalam surat Al Hadiid ayat 11 : “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan akan memperoleh pahala yang banyak.”.Sedangkan dalam Al Hadiid ayat 18 : “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah, pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” Dalam surat Al Lail ayat 17-18 : Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu. (yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.
Hollywood Camera Work : Close Push (1)
Close Push adalah salah satu yang paling banyak digunakan dan gerakan yang paling ekspresif yang dapat kita lakukan. Close Push memungkin kita untuk menampilkan suatu cerita. Close Push adalah sangat kuat apabila kita berniat untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang mempunyai arti. Kita menyarankan bahwa Close Push digunakan untuk peristiwa yang mempunyai arti, yang mencakup hal-hal berikut: Fokus, Ketegangan, Signifikansi, Konsekuensi, Keterbukaan, Pengertian, Mencoba memahami,
Fokus (Focus)
Fokus adalah bentuk umum dari Push in. Push in dengan perlahan-lahan, meningkatkan perhatian dan membuka indera kita. Hampir tanpa menghiraukan mengenai apa yang terjadi dalam suatu adegan, fokus akan meningkatkan kewaspadaan kita. Fokus adalah baik, untuk situasi yang meminta untuk fokus pada karakter, misalnya kita gunakan Push In pada kapten yangh sedang menderita di tengah-tengah bahaya pada suatu peperangan yang tragis.
Ketegangan (Tension)
Ketegangan melibatkan kesadaran yang kuat; misalnya, Sejumlah karakter yang mencoba untuk menghentikan kebocoran reaktor nuklir. Ketika kita menyempitkan ruang di antara karakter dan kita, kita dapat membuat perasaan tertekan.
Ketegangan adalah situasi di mana terdapat suatu emosi, perjuangan mental, misalnya, seorang wanita yang berjuang dengan konflik mengenai hubungan yang emosional. Kita menyempitkan ruang antara perempuan dan kita, sehingga kita dapat menciptakan perasaan tertekan.
Signifikansi (Significance)
Signifikansi menunjukkan bahwa sesuatu yang memiliki banyak arti, misalnya seorang wanita berbicara sesuatu yang berarti banyak baginya. Seperti, dia berbicara tentang berapa banyak anak-anak yang menderita penyakit tertentu, dan bagaimana kita membantu mereka dengan mudah, kita Push In pada wanita karena kita merasa ini adalah cara penting untuk dia.
Signifikansi secara sederhana memberitahu bahwa ada sesuatu yang lebih penting daripada informasi, misalnya seorang laki-laki meninggalkan tempat, dan kita Push In pada dokumen di meja yang ditinggalkan karena dia lupa, dan Push In harus menjadi signifikan.
sumber : www.msuyanto.com
Tips dan Trik Ujian Pendadaran
Ujian pendadaran atau sidang pendadaran adalah ujian akhir dari tahap studi seorang mahasiswa. Baik S1, S2 maupun S3, sidang pengujian sudah menjadi sesuatu yang lazim. Ujian pendadaran diperlukan untuk mengetahui apakah seseorang dianggap memiliki kapabilitas yang cukup, sehingga ia layak memperoleh gelar Sarjana, Master, atau Doktor. Bagi sebagian orang, ujian pendadaran dianggap sebagai sebuah momok yang menakutkan. Benarkah demikian ? Tentu bila kita tahu tips-tipsnya, ujian pendadaran tidak seseram yang kita bayangkan.
Musim ini lagi musim pendadaran di kampus UGM untuk periode wisuda November 2007. Beberapa teman sempat bertanya kepada saya tentang tips-tips biar sukses pendadaran. Hmm…..ada-ada aja deh nanyanya ? Emangnya SPMB ? Nggak banyak sih, tapi muga-muga bisa membantu teman-teman yang akan pendadaran Desember atau Januari (untuk periode wisuda Februari di UGM) atau periode wisuda 2008 untuk universitas lainnya. Ini dia :
1. Pastikan kita mendapatkan dukungan penuh dari dosen pembimbing. Caranya, sering-sering aja ngobrol tentang skripsi dan konsultasikan materi yang mungkin diujikan. Kalau perlu, tanpa harus menyebut langsung, gunakan kata-kata ini, “Kira-kira yang perlu saya perhatikan pas ujian pendadaran nanti dari materi ini apa, pak ?” Dijamin, dosen pembimbing Anda pasti akan memberikan penjelasan yang bisa jadi adalah kisi-kisi hasil conference mereka dengan calon penguji Anda. Oya, lakukan ini saat mendekati ujian pendadaran, 5 atau 4 hari sebelum ujian.
2. Jujurlah dengan dosen pembimbing tentang materi slide dan demo Anda. Kalau perlu, kirimkan via email slide materi yang akan Anda tampilkan dan mintalah pendapat dari dosen pembimbing Anda. Itu kalau mereka rajian mainan internet. Kalau tidak, cukup presentasi saja di depan mereka dan mintalah pendapat mereka tentang slide Anda.
3. Siapkan dan kuasai semua yang berhubungan dengan naskah skripsi Anda. Buatlah slide notes (poin yang akan dibicarakan) untuk tiap-tiap slide. Buat seringkas dan sepadat mungkin. Slide akan lebih berkesan apabila Anda banyak menampilkan gambar atau bagan dan Anda fasih menerangkannya dengan bahasa Anda. Jangan copy paste naskah makalah langsung ke slide Anda, karena slide bukan untuk menampilkan naskah, tapi intisari naskah Anda. Siapkan juga beberapa kemungkinan pertanyaan dan jawaban yang mungkin muncul dari materi tugas akhir Anda.
4. Siapkan demo Anda sebaik mungkin, kalau perlu gladi resik sebelum pendadaran. Beberapa teman saya yang memanfaatkan koneksi wireless harus begadang untuk memastikan koneksi di kampus lancar dan tidak bermasalah. Kalau perlu, buatlah backup demo (apabila Anda melakukannya dengan komputer) melalui capture video dengan software semacam Camtasia atau yang sejenis. Pastikan tidak ada kesalahan sekecil apapun saat Anda melakukan demo alat / perangkat lunak di saat sidang pendadaran.
5. Bawa semua alat peraga yang mungkin perlu, termasuk berkas-berkas dan buku pendukung yang Anda butuhkan untuk menjelaskan teori Anda, apabila diperlukan. Kalau perlu, bawalah pointer infra merah yang memudahkan presentasi Anda.
6. Pastikan Anda mempersiapkan pakaian pendadaran (biasanya pakaian resmi dengan dasi) dua hari sebelum pendadaran.
7. Pastikan Anda mempresentasikan tugas akhir Anda dengan tegas, perlahan-lahan tapi jelas. Hindari kata-kata yang mengandung “asumsi” dan “keragu-raguan”, seperti kata : “mungkin”, “barangkali”, dan sebagainya. Gantilah dengan kata-kata : “sejauh pemahaman saya”, “sejauh yang saya ketahui”. Kata-kata yang menimbulkan penafsiran “keragu-raguan” adalah peluang emas bagi dosen penguji untuk memberikan pertanyaan yang mematikan.
8. Berusahalah tampil dengan mimik wajah seramah mungkin. Sejelek apapun, atau setampan apapun Anda, tanpa senyuman tidak akan menimbulkan kesan yang menyejukkan hati.
9. Perhatikan dengan benar pertanyaan dan pernyataan dari penguji Anda. Jawab seperlunya saja dan katakan “tidak tahu” apabila Anda benar-benar tidak tahu jawaban dari pertanyaan yang dirasa sangat sulit. Lebih baik menjawab jujur daripada berpura-pura bohong untuk menutupi kebodohan. Pengalaman saya, bila kita berpura-pura tahu, padahal tidak tahu, dosen akan menyadarinya dan akan memberi pertanyaan susulan yang akan menyulitkan kita.
Apabila penguji memberikan kritikan atau saran, terima saja dan catatlah saran-saran tersebut pada kertas. Keseriusan kita menanggapi saran penguji memberikan nilai lebih pada approachment (penampilan) kita saat pendadaran.
10. Sebelum menjawab pertanyaan, ucapkan terima kasih kepada penguji atas pertanyaan mereka.
11. Jangan lupa berdoa sebelum ujian dan yakinlah bahwa Allah SWT memberikan hasil yang terbaik sesuai dengan ikhtiar kita.
Oke, mungkin itu dulu deh tips dan trik pendadaran. Good luck buat teman-teman yang akan pendadaran dan berdoalah semoga ilmu kita bermanfaat untuk orang lain.
Sebuah Cerita Tentang “IBU”
Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya
Setelah ibu mengeringkan tangannya dengan celemek
Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya
Untuk memotong rumput 2 dinar
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini 1 dinar
Untuk pergi ke took disuruh ibu ½ dinar
Untuk membuang sampah 1 dinar
Untuk nilai yang bagus 3 dinar
Untuk membersihkan dan menyapu halaman ½ dinar
Jadi jumlah hutang ibu adalah 81/2 dinar.
Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap
Barbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu
Lalu ia membawa pulpen dan membalikan kertaasnya
Dan inilah yang ia tuliskan
Untuk Sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Mengobati kamu dan mendo’akan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah ,gratis
Untuk semua mainan, makanan dan baju, gratis
Anakku…dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa cinta ibu adalah GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya
Sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya
Dan berkata, “Bu, aku sayang sekali sama ibu”
Kemudian ia mengambil pulpen
Dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar
“LUNAS”
Bagaimanapun keadaanku sekarang dan yang akan datang “Aku berutang pada ibuku”
(dari suatu sumber)
“KASIH IBU.. KEPADA BETA.. TAK TERHINGGA SEPANJANG MASA.. HANYA MEMBERI.. TAK HARAP KEMBALI BAGAI SANG SURYA MENYINARI DUNIA…”
~SELAMAT HARI IBU~
Renungan Untuk Yang Mencari Pasangan Hidup
Mungkin ada yang menganggap terlalu naif dan hanya ada di dalam cerita
aja. Apapun itu, kadang memang harus pinggirkan hal duniawi dan
kembali ke dasar kita.
____________ _________ _________ _________ _
Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang
mengarungi bahtera rumah tangga..
Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan
pertanyaan yang sama.. Kenapa kamu memilih dia sebagai
suamimu/istrimu?
Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban
duniawi (cakep atau tajir
manusiawi lah
).
Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya.
Hingga detik ini
saya masih ingat setiap detail percakapannya.
Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju
pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan.
Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu
sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran.
Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama
seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat
berhati-hati dalam memilih suami..
Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika
dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius.
Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya
menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.
Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya.
Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama
proses pernikahan.
Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.. Asli..
Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu.
Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa
memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali
waktu itu (sok sibuk sih aslinya).
Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia
telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal.
Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan
pernikahannya. That’s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.
Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya
memutuskan untuk menginap dirumahnya.
Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua.
Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita.
Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa
juga
kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia
juga ingin bercerita banyak pada saya.
Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.
“Aku gak bisa tidur.” Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham
kondisinya saat ini.
“Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.”
“Iya.. ya.” Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu
kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik.
Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak
hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat
jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar
saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini
saya pendam.
“Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya
sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci
meja riasnya.
Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.
Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada
saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop
surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya
memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.
“Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya
menebak warnanya pasti putih hehehe.
Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.
“Busyet dah nih orang.” Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan
senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya.
Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan
kata-katanya. Begini isi surat itu.
Kepada YTH
Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon
kakak buat adik-adik saya
Di tempat
Assalamu’alaikum Wr Wb
Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini
hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya
mohon, bacalah dulu sampai selesai.
Saya, yang bernama …… menginginkan anda ……untuk menjadi istri
saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa.
Saat ini saya punya pekerjaan.
Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi
yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan
untuk mencukupi kebutuhan
istri dan anak-anakku kelak.
Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan
ngontrak selamannya.
Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak
kepanasan dan tidak kehujanan.
Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa
kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya.. Untuk menutupi
kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa.
Cinta saya juga biasa saja..
Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan
merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.
Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena
saya tidak tahu suratan jodoh saya.
Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang
baik. Kenapa saya memilih anda ?
Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda.
Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.
Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah.. Dan yang pasti, saya
menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah.
Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin
menjadi lebih baik dari saat ini.
Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya.
Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan.
Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini
saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah.
Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang
berbunga-bunga.
Surat cinta minimalis, saya menyebutnya
.
Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum
tertahan.
“Kenapa kamu memilih dia..”
“Karena dia manusia biasa.” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia
manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya.
Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa.
Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari.
Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.”
“Maksudnya?”
“Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada.
Iya kan ? Paling gak.Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat
nanti kita jadi gembel.
“Ssttt.” Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum
tidur. Terdiam kita memasang telinga.
Sunyi.. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling
berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing.
“Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.” Kita kembali
rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih
terngiang terus ditelinga saya.
“Gik…”
“Tidur. Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya.. Saya ingin dia
tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah,
kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.
Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu.
Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa
ada hal lain yang
mengatur segala kehidupannya.
Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh
ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan
berapa lama pernikahnnya kelak.
Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi
sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan
mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’.
Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan.
Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan
yang utama.
Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah.
Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya.
Maka semua menjadi indah.
Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang
mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah
pernikahan.
Kita hanya bisa
memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah
dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan
kemantapan untuk menikah.
Lalu, bagaimana dengan cinta ?
Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses.
Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.
Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam
pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo),
kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan
jiwa).
Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha
menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa.
forward from: Desi Apriani
yogie al-fakir
Tips dan Trik Mempercepat Akses Internet
Saat anda browsing atau membuka suatu website di internet entah dari warung internet atau fasilitas hotspot di area publik mungkin anda sering mengeluh akan lambatnya akses untuk menampilkan website tersebut. Padahal akses internet di Indonesia sekarang ini masih terhitung mahal. Sebenarnya ada cara-cara mudah untuk meningkatkan kecepatan akses internat anda tanpa harus membayar biaya lebih mahal. Beberapa diantaranya adalah dengan menyetting browser kita, menggunakan openDNS, dan menggunakan Google Web Accelerator.
Untuk menerapkan trik-trik tersebut sangat mudah. Cara pertama yaitu menyetting browser dapat dilakukan oleh pengguna Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Bagi pengguna Internet Explorer klik menu [Tools] [Internet Option], klik tab [General]. Pada opsi “Temperory Internet files”, klik [Settings] lalu Geser slider-nya. Hal itu untuk membuat cache (lokasi penyimpanan sementara) untuk web yang anda buka, sebaliknya disediakan sekitar 5% dari Hard disk.
Bagi pengguna Mozilla Firefox anda dapat mengetikkan “about:config” pada address bar,. setelah itu ubah “network.http.pipelining” dan “network.http.proxy pipelining” menjadi “true”, serta isi “network.http.pipelining.maxrequests” antara 30 –100 ( semakin besar semakin cepat ). Yang terakhir klik kanan dimana saja dan pilih New->Integer , tuliskan “nglayout.initialpaint.delay” lalu isi dengan 0.
Untuk trik kedua, pertama anda harus mendaftar di www.openDNS.com . Setelah itu masuk ke Control Panel dari start menu, pilih network connections lalu pilih koneksi anda dan klik tombol properties. Pada bagian Internet protokol anda bisa pilih TCP/IP dan klik properties. Masukkan angka 208.67.222.222 dan 208.67.220.220 pada opsi DNS dan restart komputer anda.
Setelah melakukan 2 tips di atas sekarang anda pasti akan mendapat kecepatan akses yang lebih kencang. Bagi yang masih belum puas dengan kecepatan aksesnya sekarang dapat menggunakan trik yang ke tiga yaitu Google Web Accelerator. Google Web Accelerator di desain khusus untuk mempercepat akses internet anda, khususnya anda yang menggunakan koneksi broadband (pita lebar) seperti Cable dan DSL. Untuk anda yang menggunakan koneksi lain seperti Dial-up (Telkomnet Instant atau Speedy) maupun satelit atau wave, Google Web Accelerator juga dapat mempercepat aksesnya.
Untuk memakai Google Web Accelerator anda harus memenuhi kriteria antara lain Operating System anda harus Windows XP atau Windows 2000 dan browser anda harus Internet Explorer 5.5+ atau Mozilla Firefox 1.0+. Kalau untuk browser lainnya sebenarnya juga bisa, tetapi anda harus meng-konfigurasi proxy settings dari browser anda dengan menambah 127.0.0.1:9100 pada HTTP. Setelah anda melakukan instalasi, Google Web Accelerator akan menampilkan icon kecil di atas browser anda dan icon tray di pojok bawah layar komputer. Anda dapat mengunduh Google Web Accelerator di http://webaccelerator.google.com.
Kami sudah membuktikan kedua langkah tersebut dapat membantu kecepatan akses internet kita. namun tidak berlaku untuk kecepatan saat mendowanload ataupun upload.
Perlunya kehadiran Tuhan Dalam Pemeliharaan Lingkungan
Kita dan Bencana
Orientasi kehidupan manusia modern saat ini cenderung materialistik dan hedonistik memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap cara pandang manusia terhadap lingkunganya. Cara pandang yang demikian inilah yang kadang membuat pemahaman terhadap pengelolaan lingkungan yang salah pula. Kita sering mendengar ungkapan tiada hari tanpa bencana baik berupa banjir, tanah longsor, angin ribut bahkan juga kekeringan dan sebagainya, inilah yang membuat dan menghadirkan rasa tidak nyaman dan cemas dalam kehidupan kita. Apabila hal ini dibiarkan dan kita tidak sadar dengan keberadaan kita sebagai pengemban amanah terhadap alam ini (khalifatullah fil ‘ardh) maka kehancuran alam akan semakin cepat.
Pengendalian yang sangat strategis adalah mengembalikan dan menyadarkan manusia akan keberadaan dan peranannya yang tidak sendirian melainkan bersama dengan makhluk Allah yang lain. Disinilah perlunya sikap apresiatif dan kearifan kita dengan membangun keharmonisan dan keserasian antara makhluk dengan alam dan lingunganya yang sama-sam ciptaan Allah SWT. Suatu pertanyaan yang menggelitik, perlukah kehadiran dan campur tangan Tuhan dalam pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan?.
Makna Teologi
Istilah ‘Teologi” sering dimaknai sebagai bagian dari terminologi agama yang membahas tentang ketuhanan. Maka dalam kontek ini perlu kita klarifikasi teologi dalam kontek hubungan antara manusia , alam dan Tuhan, yang memiliki aspek nilai yang normatif.
Makna teologi juga bisa berkaitan dengan keberadaan Tuhan yang kita hadirkan dalam semua aspek kegiatan manusia, termasuk dalam kegiatan pendidikan dan pencerahan, pemanfaatan sumber daya alam serta pengelolaan lingkungan.
Pengelolaan lingkungan merupakan suatu tugas dan kewajiban manusia. Manusia ,alam dan Tuhan merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan spiritual, yang menjadi landasan dalam berfikir dan bertindak manusia hubunganya dengan lingkunganya dengan mengintgrasikan aspek fisik (alam) termasuk manusia dan yang non fisik yakni Tuhan.
Manusia dan Alam
Alam merupakan realitas yang tidak berdiri sendiri, akan tetapi berhubungan dengan manusia dan realitas yang lain. Dalam bahasa religius alam merupakan representasi dan manifestasi Yang Maha Pencipta, yang perlu dipahami bahwa realitas itu tidak diciptakan dengan ketidaksengajaan (kebetulan atau main-main), tetapi dengan nilai dan tujuan tertentu dan dengan kebenaran. (QS: Al An’am 73; Al Dukhaan 38-39; Ali Imran 191)
Manusia merupakan bagian dari alam , sehingga keberadaan manusia di alam adalah saling membutuhkan, saling mengisi. Manusia memiliki peran yang spseifik disbanding dengan dengan makhluk yang lain yaitu sebagai khalifah, dan wakil Tuhan di bumi (QS: Al An’am 165).
Dalam konsep teologis hubungan antara manusia dan lingkungannya dapat dijelaskan dalam 3 hal.
- Hubungan keimanan dan peribadatan, alam dan lingkungan sebagai sarana bagi manusia untuk mengenal kebesaran dan keagungan Tuhan .
- Hubungan pemanfaatan yang berkelanjutan. Alam dengan segala sumberdayanya merupakan ciptaan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam memanfaatkan sumberdaya alam untuk menunjang kehidupan manusia harus secara wajar.
- Hubungan pemeliharaan untuk semua makhluk. Manusia mempunyai kewajiban memelihara alam untuk kelanjutan kehidupan, tidak hanya bagi manusia saja tetapi untuk semua makhluk hidup lainya.
Sebagai khalifah di bumi manusia harus bisa mempresentasikan peran Tuhan terhadap alam semesta ciptaaNya dengan memelihara dan menebarkan rahmat di alam semesta. Oleh karena itu kewajiban manusia terhadap alam dan lingkungan dalam rangka pengabdian dan ibadah pada Tuhan adalah memelihara untuk menjaga keberlangsungan kehidupan di alam. Untuk mempertahankan dan memenuhi hajat hidupnya manusia diperkenankan Tuhan untuk memnfaatkan segala sumberdaya alam secara wajra danbertanggungjawab. Pemanfaatn sumber daya alam yang belebihan berarti merampas hak –hak generasi berikutnya. Penguasaan dan penaklukan alam yang bersifat materialistik, tidak sejalan dengann konsep teologi pengelolaan lingkungan yang sangat mengutamakan kearifan dan keberlanjutan kehidupan di alam semesta ini. Dan yang paling mendasar perlu dipahami yang berhak menguasai alam ini adalah Allah Tuhan yang Maha Kuasa.
Mari kita renungkan bersama bahwa alam dan lingkungan adalah milik kita sebagai amanah yang Maha Kuasa.
Kisah Seekor Kupu-kupu
Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil
muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia
berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian
kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha
semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut
memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.
gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya
karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan
melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang
seiring dengan berjalannya waktu. Semuanya tak pernah terjadi.
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di
sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah
bisa terbang.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah
bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu
untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari
tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan
siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita.
Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin
justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang
dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan.
Kita mungkin tidak akan pernah dapat “Terbang” Sesungguhnya Tuhan itu Maha
Pengasih dan Maha Penyayang.
Kita memohon Kekuatan…dan Tuhan memberi kita
kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.
Kita memohon kebijakan…dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.
Kita memohon kemakmuran…dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk
dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.
Kita memohon Keteguhan Hati…dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk
diatasi.
Kita memohon Cinta…dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk
diselamatkan dan dicintai.
Kita memohon Kemurahan Kebaikan Hati…dan Tuhan memberi kita
kesempatan-kesempatan yang silih berganti.
Begitulah cara Tuhan membimbing Kita…
Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya
tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?.
memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal,
bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik
untuk kita.

