Archive for the ‘Lelucon Ga' Lucu..!!’ Category
Ketentraman Jiwa Entrepreneur
Untuk mencapai jiwa yang tenteram bagi seorang Entrepreneur adalah dengan banyak mengingat Allah. Orang yang beriman kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, terpaut dengan Allah, maka orang tersebut akan banyak mengingat Allah dalam hatinya. Baik mengingat Allah dengan lisan maupun anggota badannya. Hal itu didorong oleh rasa cinta, berharap, bersandar dan bergantung kepada Allah. Mengingat Allah dengan lisan dengan bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, beristigfar dan berdoa. Mengingat Allah dengan anggota badannya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ibnu Abbas dalam menafsirkan mengingat Allah, yaitu : jangan lepas mengingat Allah, baik di waktu malam dan siang, di daratan atau di lautan, di saat bepergian atau di rumah, dalam keadaan kaya atau miskin, waktu badan sehat atau sakit dan dalam keadaan sunyi atau banyak orang.
Orang yang mengingat Allah, mendirikan shalat dan membayar zakat akan ditambah oleh Allah karunia dan rezkinya tanpa batas, seperti disebutkan dalam surat An Nuur ayat 37-38 : Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula (oleh) jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayar zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan itu) supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas. Demikian pula dengan mengingat Allah akan menjadikan kita lebih baik. Dalam surat Al Jumu’ah ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Demikian itu lebih baik bagimu jika mengetahui.
Orang yang mengingat Allah juga hatinya menjadi tenteram. Seperti dalam surat Ar Ra’du ayat 28 :..(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Mengingat Allah ada permulaannya dan ada pula akhirnya. Permulaannya ketentraman dan kecintaan dan akhirnya ketentraman dan kecintaan yang dapat menjelma dan timbul dari orang yang mengingat Allah tersebut.
Demikian pula orang yang mengingat Allah, akan diingat oleh Allah, disebut oleh Allah dan bersama Allah. Jika Allah telah mengingat seorang hamba, maka hal itu merupakan bimbingan dan petunjuk untuk meraih awal kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan di akhirat. Dalam hadits qudsi, Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah s.w.t. berfirman : Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila dia datang kepada-Ku berjalan, niscaya Aku akan datang kepadanya berlari-lari kecil (Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya dengan lupa mengingat Allah, kita akan termasuk orang yang rugi. Allah berfirman dalam surat Al Munaafiquun ayat 9 : Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Hubungan Antara Pancasila dan UUD 1945
Pak Rizal terkenal sebagai guru yang galak. Suatu hari beliau mengajak diskusi dengan melempar pertanyaan, “Bagaimana hubungan Pancasila dengan UUD45?”
Karena mungkin kelas tegang, tak ada seorang muridpun yang mau mulai memberi komentar atau menjawab.
Selang beberapa menit kelas masih diam, pak Rizal menunjuk Abong.
“Bong! Bagaimana hubungan Pancasila dengan UUD 45?”
Dengan tegas Abong menjawab, “Baik-baik aja, Pak!”
sumber : www.ketawa.com
Polisi Yang Bodoh Atau Muka Gw Mirip Maling???
Kejadian ini bener-bener gw alamin. Tepatnya malam minggu lalu, ketika aku lagi jalan ama temen2ku. Tiba-tiba di sekitar Jalan Gejayan ada Bapak-Bapak Polisi yang menyetop laju kendaraan gw. Dengan gemetar gw langsung berhenti.
Pak Polisi : “Selamat Malam mas, bisa liat surat-suratnya???”
Jiah, dalam hati gw pikir mank gw salah apa???perasaan sejak dari tadi gw ga ngelanggar 1 tata tertib lalu lintas sedikitpun. Dengan gemetar aku kasih STNK ama SIM ku. Setelah itu Pak Polisi I terlibat sedikit pembicaraan dengan Polisi II yang menunggunya di atas sepeda motor. Setelah itu STNK ama SIM ku di kembalikan. Aku tanya ke Pak Polisi I, Mank nya saya menlanggar apa Pak???
Pak Polisi I bilang, Owh, kirain mas nya yang bawa kabur motor orang di daerah Condong Catur.
Jiah, dalam batin gw, dasar Polisi Brengsek, gw kan jadi takut. huhuhu
Eh, dengan tanpa sopannya Pak Polisi itu pergi begitu aja tanpa bilang kata MAAF atau SORRY. Huh, udah salah ga mau minta maaf.
Nah, kalau gitu sapa yang salah??
Polisi yang Bodoh atau muka gw yang Mirip Maling???hehehehehehehehhe
Tidak Ada Judul…..
Disebuah Perguruan Tinggi Swasta seorang professor berceramah mengenai pendidikan seks kepada para mahasiswanya suatu ketika dia bertanya kepada mehasiswanya tentang posisi seksual yang kalian ketahui.
Seorang mahasiswa menjawab, “dua belas”.
Tiba-tiba seorang mahasiswa dibelakang nyeletuk, ada seratus!
Professor menunjuk seorang lelaki gemuk “menurut kamu ada berapa”?
Mahasiswa gemuk menjawab “empat”
Mahasiswa belakang nyeletuk lagi sekarang ada “seratus satu”.
Professor menunjuk seorang mahasiswi yang tampak malu
“menurutmu ada berapa” dengan tersipu malu dia menjawab “satu pak”
Posisi apa Tanya professor lagi dengan muka merah si mahasiswi menjawab “lelaki di atas perempuan di bawah”
Mahasiswa di belakang nyeletuk lagi “sekarang seratus satu”
Kirimi Aku Bunga….
Nana dan Ido udah lama banget pacarannya. Baru-baru ini mereka putus alias bubaran. Alasannya seh sepele aja. gara-gara pas Valentine Si Nana minta dikirimin bunga. Eh, Si Ido malah ngirimin bunga raflesia.
Anehlah lagi, dengan bangganya si Ido bilang “ku harap kamu menjadi seperti bunga ini…..”

