Archive for the ‘Masalah Politik dan Sosial’ Category

Sebuah Cerita Tentang “IBU”

Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur
Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya
Setelah ibu mengeringkan tangannya dengan celemek
Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya
Untuk memotong rumput 2 dinar
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini 1 dinar
Untuk pergi ke took disuruh ibu ½ dinar
Untuk membuang sampah 1 dinar
Untuk nilai yang bagus 3 dinar
Untuk membersihkan dan menyapu halaman ½ dinar
Jadi jumlah hutang ibu adalah 81/2 dinar.
Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap
Barbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu
Lalu ia membawa pulpen dan membalikan kertaasnya
Dan inilah yang ia tuliskan
Untuk Sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Mengobati kamu dan mendo’akan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah ,gratis
Untuk semua mainan, makanan dan baju, gratis
Anakku…dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa cinta ibu adalah GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya
Sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya
Dan berkata, “Bu, aku sayang sekali sama ibu”
Kemudian ia mengambil pulpen
Dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar
“LUNAS”
Bagaimanapun keadaanku sekarang dan yang akan datang “Aku berutang pada ibuku”

(dari suatu sumber)

“KASIH IBU.. KEPADA BETA.. TAK TERHINGGA SEPANJANG MASA.. HANYA MEMBERI.. TAK HARAP KEMBALI BAGAI SANG SURYA MENYINARI DUNIA…”

~SELAMAT HARI IBU~

Sri Mulyani dan Boediono Masih Bertahan

Kasus Bank Century yang telah membawa nama Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani masih terus bergulir. Hasil kerja dari Pansus Century DPR RI merekomendasikan keduanya untuk no-aktif sementara, tapi hal itu tidak dikabulkan oleh Presiden SBY dengan alasan dalam UU mengatakan bahwa layaknya pejabat publik bisa diberhentikan sementara apabila berstatus sebagai tersangka.

Diluar itu semua, buat pribadi saya sosok Sri Mulyani merupakan menteri favorit saya dan saya sedikit kaget dengan adanya kasus bank century tersebut. Seandainya itu benar dan Sri Mulyani maupun Boediono terbukti bersalah maka reputasi beliau berdua dimata saya bisa turun. Saya berharap dari Presiden SBY ataupun pemerintah dan DPR RI bisa menyelesaikan kasus bank century ini dengan adiltanpa tebang pilih, sehingga keadilan di Indonesia benar-benar terwujud, jangan hanya rakyat kecil saja yang selalu menjadi korban.

Provinsi DIY Terbentuk dari 2 Kerajaan penerus Dinasti Mataram ISLAM

Provinsi DI Yogyakarta terbentuk dari 2 Kerajaan penerus Dinasti Mataram ISLAM, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Paku Alaman. 2 Negeri yang diakui kekuasaan oleh Penjajah Belnda.

Bergabungnya Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pura Pakualaman ke dalam NKRI di maklumatkan oleh Sri Sultan HB IX dan KGPAA Paku Alam VIII pada tanggal 5 September 1945. pada saat itu menurut cerita di pelajaran Sejarah sewaktu saya duduk dibangku sekolah, di ceritakan bahwa apabila waktu itu Sultan HB IX tidak bergabung dengan NKRI maka akan diberikan kekuasaan atas Pulau Jawa kepadanya. Tetapi Sri Sultan HB IX tdk mau mengikuti kata Belanda karena apabila beliau mngikutinya maka tidak akan pernah ada Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti saat ini.

Yogyakarta, adalah Ibu Kandung Negara kita, NKRI. Tanpa Jogja NKRI tak kan pernah ada. Tanpa Jogja, penjajahan belum tentu berakhir sampai saat ini.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya, demikian kata orang-orang bijak. Tetapi apa yang terjadi dengan Indonesia???Apakah rakyat Jogja tidak boleh merasakan atau menerima predikat sebagai daerah istimewa???

Sudah sepantasnya Yogyakarta disebut dan diperlakukan sebagai daerah Istimewa. Karena peran besar Yogyakarta di masa lalu sangatlah besar. Mulai dari Kongres Boedi Utomo I yang diaadakan di Jogja, kemudian peristiwa pemindahan kekuasaan Ibu Kota RI di masa perjuangan, SO 1 maret yang jelas-jelas membuktikan kepada dunia bahwa RI masih ada semua itu hanyalah bagian kecil dari pengorbanan Yogyakarta untuk Republik.

Keistimewaan yang dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat Yogyakarta adalah penetapan jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY pada diri Sultan Hamengku Buwono dan KGPAA Paku Alam yang bertahta. sebenarnya menurut rakyat kecil, inti dari keistimewaan itu sendiri adalah seperti itu. Bukan dengan Pemilihan Gubernur yang dirasa bisa menimbulkan perpecahan ditubuh masyarakat DIY sendiri.

Perlu diketahui bahwa demokrasi TIDAK HARUS DENGAN PEMILU, tetapi demokrasi bisa dilakukan dengan cara lain yang mana cara tersebut bisa mengakomodir semua kepentingan. kalau kita menengok di saat kita masih duduk dibangku SD guru kita akan bercerita bahwa ciri khas masyarakat Indonesia adalah MUSYAWARAH dan MUFAKAT. Tetapi bila kita dengar pernyataan Presiden di media beberapa saat lalu menyatakan bahwa Rangkap jabatan hanya ada di dalam KETHOPRAK. Hal lain yang dikemukakan oleh Pejabat publik lainnya adalah bahwa Yogyakarta bukan lagi monarkhi absulut, tetapi harus menjadi monarkhi konstitusi sehingga pemilihan Kepala daerah dilaksanakan dengan Pemilihan Langsung.

Seandainya dalam UUK DIY nanti ditetapkan bahwa jabatan Gubernur dan wakil Gubernur berdasarkan penetapan Sultan dan Paku Alam yang bertahta maka masih adakah kesempatan Sultan untuk maju ke tingkat Nasional???Pertanyaan ini yang akan kita bahas pada pembahasan selanjutnya…..

Mantan Menteri SBY Berkhianat??

Jiah, mantan menteri yang dulu merupakan “pembantu” Bapak Presiden kok malah berkianat?

Itu sesuai dengan apa yang diungkapan oleh salah satu kader Partai Demokrat, Ruhut Sitompul di berbagai kesempatan. Seperti pada wawancara dengan Pak Ruhut di salah satu televisi swasta tadi hari ini (17/12). Pak Ruhut juga mengatakan bahwa menteri itu berjumlah 2 orang dan semua berasal dari profesional. Apabila ini benar-benar terjadi, alangkah sangat mengkhawatirkan sekali karena akan berdampak pada stabilitas keamanan.

Tetapi yang sangat disayangkan, Pak Ruhut sendiri atau dari pihak Demokrat atau Pak SBY sendiri tidak menjelaskan siapa nama menteri-menteri tersebut. Sehingga muncul berbagai pernyataan yang mengatakan itu hanyalah untuk mengalihkan kasus Bank Century yang saat ini baru berjalan. Hal serupa juga sering dilontarkan oleh orang nomor satu di Negeri ini, kita ambil contoh saja, ketika akan diadakan demo untuk memperingati hari anti korupsi tanggal 9 Desember lalu, Bapak SBY mengatakan bahwa demo-demo yang akan diadakan pada peringatan hari anti korupsi ditengarai akan ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan politik lain. Tetapi nyatanya demo kemaren juga tidak terjadi cara-cara anarkhis.

Sehingga jangan sampai para pemimpin negara ini seperti sebuah carita masa lalu dimana dalam sebuah rumah ada 3 orang, dan satu diantaranya adalah seorang pembual. Ketika seorang pembual itu mengatakan ada kebakaran, dan 2 orang temannya uda meminta tolong pada warga dan ternyata tidak tidak terbukti. Sehingga ketika ada kebakaran beneran, 2 orang tadi tidak percaya dan terjadilah kebakaran yang besar.

Kasian Banget Antasari Azhar

Kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Bantaran, Nasruddin Zulkarnaen masih terus bergulir. Tersangka dalam kasus itu Antasari Azhar, mantan Ketua KPK dalam persidangan banyak sekali fakta-fakta yang menunjukkan bahwa kasus tersebut merupakan sebuah manipulasi.

Sidang yang belum lama diadakan dengan saksi ahli dokter ahli forensik dari RSCM dan UI, mengatakan bahwa kondisi jasat Nazruddin Zulkarnaen ketika di bawa ke RSCM sudah dalam keadaan tidak murni atau sudah di rekayasa. Ini merupakan fakta yang ada di pengadilan yang menunjukkan bahwa Antasari Azhar direkayasa dalam kasus tersebut. Fakta yang pertama ketika sidang dengan saksi mantan Kapolres Jakarta Selatan yang menyatakan bahwa BAP dirinya dibuat dengan tekanan dari para penyidik dan petinggi Polri.

Apabila itu benar-benar terbukti direkayasa maka alangkah bobroknya penegakan hukum di Indonesia yang akan semakin membawa Indonesia ke jajaran negara-negara terbobrok se Dunia. Semoga, dalam program 100 hari kerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid 2 dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa menyelesaikan dan meluruskan serta membenahi proses penegakan hukum di Indonesia. Sehingga tidak terjadi lagi kasus nenek Minah di Banyumas, kasus pencuri semangka di Jawa Timur dan bahkan kasus Anggodo yang bisa “mengatur” kebijakan penegak hukum.

Di UII Terpadu ditemukan candi Hindu-Budha

Di kompleks kampus UII Terpadu, Jakal km 14, Yogyakarta telah ditemukan sebuah situs candi baru. begitu rilis di Surat Kabar yang terbit di Yogyakarta. Lokasi penemuian berada di sebelah timur Masjid Ulil Albab UII Terpadu Yogyakarta yang sebelumnya akan digunakan sebagai perpustakaan baru.

Menurut sumber dari BP3 DIY dan Jateng, Candi ini merupakan candi istimewa dan mempunyai hasil pahatan dengan kualitas tinggi, sehingga keberadaan candi ini akan di lestarikan dan dipugar.

Sementara itu, dari pihak UII, rektor Prof. Suandi Hamid juga mengatakan bahwa apabila benar diketemukan candi di kawasan kampuz UII Terpadu Jl. Kaliurang km 14 Yogyakarta, maka pihak UII juga akan mengiujinkan apabila hendak dipugar.

Seandainya ini benar maka akan menjadi sejarah baru, bahwa di kompleks kampuz perguruan tinggi ISLAM akan terdapat bangunan dari agama laen.

Hanya ada di Indonesia

Indonesia merupakan negara hukum yang dalam kehidupan masyarakatnya diatur oleh Undang-undang. Sebagai negara hukum Indonesia mengakui adanya persamaan hukum untuk seluruh warga negara, tanpa terkecuali.

Itulah yang seharusnya trerjadi di Indonesia. Tapi pada kenyataannya, hukum di Indonesia masih kalah jauh dengan yang namanya UANG alias DUIT alias MONEY dalam bahasa kerennya. Ini bukanlah fitnah atau apalah namanya, tapi ini memang sebuah fakta yang terpublish oleh media. banyak kasus yang bisa dijadikan contoh konkrit untuk membuktikan ini semua.

Sebagai contoh, kasus nenek meinah di banyumas, yang dipenjara hanya gara-gara mengambil 3 (tiga) biji kakao di perusahaan perkebunan. Kemudian di Jawa Timur, 2 orang laki2 ditangkap polisi gara-gara mengambil buah semangka dan itu saya yakin hanya merupakan sedikit dari banyak kasus yang dialami masyarakat kecil dan perujung di pengadilan dan masuk bui.

Sekarang kita liat Anggodo, yang merupakan warga negara Indonesia yang berduit banyak, dia bisa melenggang kesana kemari dengan enaknya tanpa merasa bersalah seidikitpun dan Polisi juga dengan mudahnya tidak menjeratnya.Padahal kita tau rekaman yang diputar di MK sudah bisa dijadikan bukti menjeratnya. Itu karena apa??? Mungkin itu karena si nak Mas Anggodo mempunyai banyak uang sedangkan si mbah minah tidak punya uang.

Ini kisah saya sendiri dan saya alami, ketika saya melapor ke kantor Polisi di salah satu polsek di wilayah DIY tentang pencurian Laptop di kamar kos, memang Bapak polisi membantu mencarikan, tapi itu semua tidak berlangsung lama dan dihentikan ditengah jalan sampai dengan saat ini, padahal sebenarnya masih ada jalan karena yang dicurigai mencuri bapak polisi juga tau, tapi karena saya tidak punya duit untuk “uang rokok” maka kasusnya pun berhenti di tengah jalan, dan saya yakin kasus serupa masih banyak di temukan di berbagai daerah di Indonesia yang dialami oleh rakyat kecil seperti saya. Sehingga kemana lagi rakyat kecil akan mengadu kalau sudah seperti ini????